KTT NATO Pertegas Dukungan untuk Ukraina

Jakarta, IDM – Menteri Luar Negeri (Menlu) Ukraina Andrii Sybiha mengatakan bahwa ada "keputusan konkret" guna memperkuat pertahanan udara negaranya dalam KTT NATO ke-36 di Ankara, Turki.
Baca Juga: Di Ankara, Era Baru NATO 3.0
"Bukan hanya dengan menyatakan solidaritas dalam kata-kata… sudah ada keputusan konkret mengenai penguatan kemampuan pertahanan udara dan kemampuan anti-balistik kita," kata Sybiha di sela-sela KTT saat diwawancara dengan Ukraina Suspilne, dilansir Anadolu, Kamis (9/7).
Keputusan itu merupakan hasil dari pertemuan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dengan anggota aliansi di sela-sela KTT. Ia juga bertemu dengan Presiden AS Donald Trump, yang mengizinkan Ukraina untuk memproduksi Rudal Patriot. Sebelumnya, Zelensky pernah meminta lisensi rudal tersebut.
"Kami akan memberi mereka hak untuk membuat Patriot. Kami akan menunjukkan kepada mereka cara melakukannya," kata Trump melansir BBC.
Baca Juga: Saling Serang! Iran Targetkan Seluruh Pangkalan Militer AS di Timur Tengah
Selain itu, NATO juga berjanji untuk menggelontorkan setidaknya €70 miliar berupa peralatan militer, bantuan, dan pelatihan untuk Ukraina tahun ini dan tahun depan. Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte menegaskan, aliansi akan terus memastikan Ukraina mendapatkan apa yang dibutuhkan karena agresi Rusia terus berlanjut.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































