Krisis Hormuz, DPR Tekankan Diplomasi Strategis demi Keselamatan Awak Kapal

Jakarta, IDM – Tertahannya kapal tanker Indonesia di Teluk Hormuz menjadi alarm bagi pemerintah untuk memperkuat sistem koordinasi nasional dalam menghadapi krisis global.
Anggota Komisi I DPR RI Amelia Anggraini menilai bahwa respons terhadap situasi ini tidak boleh hanya bersifat jangka pendek.
Pemerintah perlu memastikan adanya koordinasi lintas kementerian dan lembaga agar langkah yang diambil mampu mengantisipasi potensi eskalasi ke depan.
Baca Juga: Darah Garuda di Tanah Lebanon, Menlu Sugiono Kecam Keras Serangan Israel
Selain itu, diplomasi aktif dinilai sebagai kunci utama untuk membuka jalur keluar bagi kapal tanker tersebut. Kerja sama dengan negara-negara terkait dan organisasi internasional harus dimaksimalkan guna mencapai solusi yang aman dan berkelanjutan.
Di tengah dinamika global yang semakin kompleks, Indonesia dituntut untuk menunjukkan kapasitasnya dalam menjaga kepentingan nasional, termasuk dalam sektor energi yang sangat strategis.
“Koordinasi lintas kementerian dan lembaga sangat penting agar respons tidak hanya reaktif, tetapi juga mampu mengantisipasi eskalasi ke depan,” tegas Amelia.
Baca Juga: Prajurit TNI Gugur di Lebanon, DPR: Serangan Israel Langgar Hukum Internasional!
Adapun Anggota parlemen Iran, Alaeddin Boroujerdi, menegaskan negaranya telah memberlakukan biaya transit sekitar 2 juta dollar AS atau setara Rp33,9 miliar bagi sejumlah kapal yang melintasi Selat Hormuz.
Ia mengatakan kebijakan tersebut merupakan konsekuensi dari situasi konflik yang tengah berlangsung.
“Perang memiliki biaya, sehingga wajar jika kami memungut biaya dari kapal-kapal yang melintas,” ujarnya.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































