Korut: Satelit Pengintai Sangat Diperlukan untuk Hadapi Militerisasi Luar Angkasa AS

Jakarta, IDM - Korea Utara (Korut) menyebut program satelit pengintai sangat diperlukan untuk melawan militerisasi ruang angkasa Amerika Serikat (AS). Langkah itu dilakukan untuk meningkatkan kemampuan tempur nuklir dan mengamankan 'supremasi dunia'.
Dilansir dari KCNA, media resmi Pemerintahan Kim Jong Un, Rabu (11/10), Ri Song Jin selaku peneliti Teknologi Dirgantara Nasional Korut, menuduh AS telah mencari hegemoni militer yang lebih besar di Asia dengan memperluas kekuatan antariksa.
Jin menyoroti penempatan komponen Angkatan Luar Angkasa AS di Korea Selatan (Korsel) dan latihan militer gabungan 'Ulji Freedom Shield'.
Baca Juga: Israel Berlakukan Blokade Total Di Jalur Gaza
"Langkah-langkah itu tidak lain hanyalah tirai untuk menutupi skenario serangan konfrontasi terhadap negara-negara yang anti-AS dan independen,” kata Jin merujuk pada Korut, Cina dan Rusia.
“Saat ini AS sangat ingin melakukan militerisasi ruang angkasa dengan serangan nuklir preventif,” jelasnya.
Oleh sebab itu, Jin menegaskan bahwa upaya Korut dalam mengembangkan satelit pengintai merupakan langkah utama dalam menanggapi dinamika keamanan yang tidak stabil di kawasan Semenanjung Korea.
Baca Juga: AS Kerahkan USS Gerald R. Ford, Kapal Induk Terbesar di Dunia untuk Bantu Israel
“Pengembangan luar angkasa, termasuk satelit pengintaian militer adalah hal yang sangat penting. Itu merupakan pilihan strategis yang diperlukan untuk menjamin kepentingan keamanan dan hak keberadaan Korut," imbuhnya.
Korut telah dua kali gagal menempatkan satelit pengintai di orbit, baik pada bulan Mei dan Agustus. Mereka juga berencana untuk uji coba peluncuran yang ketiga di bulan ini.
Sebelumnya, Presiden Kim Jong Un juga telah mengunjungi pusat peluncuran luar angkasa paling modern di Kosmodrom Vostochny, Rusia. Kala itu, Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut siap bantu Kim membangun satelit militer. (bp)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































