Korut Kritik Kelompok G7 Sebagai 'Sisa-sisa Perang Dingin'

Jakarta, IDM - Jo Chol Su, Direktur Jenderal Departemen Organisasi Internasional di Kementerian Luar Negeri Korea Utara (Korut), mengkritik kelompok G7 sebagai 'sisa-sisa perang dingin' yang menyebabkan konflik demi kepentingan pribadi dan melanggar kedaulatan negara lain.
Pernyataan itu muncul usai G7 mengecam uji coba rudal Korut di kawasan. Sementara, Korut menyebut tindakan mereka semata-mata dilakukan atas dasar mempertahankan kedaulatan negara.
Baca Juga: Korsel, AS dan Jepang Sepakat Luncurkan Sistem Berbagi Data Peringatan Rudal Korut
“G7, yang telah menyebabkan dan mengobarkan krisis internasional, mengatakan banyak hal untuk mencari kesalahan negara-negara berdaulat yang independen,” kata Jo, melansir KCNA, laman resmi Pemerintah Korut, Selasa (14/11).
“G7 merupakan batu sandungan bagi pembentukan tatanan internasional yang adil," tambahnya.
Baca Juga: Hadapi Korut, Korsel dan AS Perkuat Kerja Sama Pertahanan
Jo menilai G7 tidak dapat mewakili komunitas internasional namun melindungi kepentingan beberapa negara, seraya menyebut Amerika Serikat (AS) sebagai pemasok senjata ke Ukraina yang merusak perdamaian dan stabilitas di Eropa.
“G7, sisa-sisa Perang Dingin, harus segera dibubarkan, dan ini akan menjadi langkah pertama untuk meredakan krisis internasional dan memulihkan perdamaian global," ujarnya. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































