Korut Klaim Berhasil Luncurkan Satelit Pengintai Militer untuk Pertama Kali

Jakarta, IDM - Korea Utara (Korut) mengklaim telah berhasil meluncurkan satelit pengintai militer untuk pertama kalinya. Tindakan itu pun mendapat kecaman dari berbagai negara seperti Jepang dan Korea Selatan (Korsel).
Dilansir dari KCNA, laman media resmi pemerintahan Korut, Rabu (22/11), Badan Antariksa Korut atau NATA mengatakan satelit Malligyong-1 diluncurkan dari fasilitas peluncuran satelit Sohae pada hari Selasa pukul 22:42 waktu setempat dan memasuki orbit sekitar 12 menit kemudian.
Baca Juga: Australia Kritik Tindakan ‘Tidak Profesional’ Cina di Laut Internasional
Peluncuran yang ditinjau langsung oleh Presiden Korut Kim Jong Un itu disebut merupakan bentuk mempertahankan diri dari peningkatan kekuatan dan ancaman negara-negara lain.
"Peluncuran satelit pengintaian adalah hak sah Korut untuk memperkuat kemampuan pertahanan diri dan akan memberikan kontribusi yang signifikan untuk meningkatkan kesiapan perang angkatan bersenjata sesuai dengan lingkungan keamanan," kata NATA.
Baca Juga: Korsel Peringatkan Korut untuk Tidak Luncurkan Satelit Pengintai Militer
Lebih lanjut, badan antariksa itu juga akan mengirimkan beberapa satelit pengintai lainnya dalam waktu dekat. Tujuannya mengamankan kemampuan pengawasan terhadap negara tetangga maupun wilayah lain yang menjadi kepentingan Angkatan Bersenjata Korut.
Menaggapi peluncuran tersebut, Pemerintah Jepang sempat mengeluarkan peringatan darurat dan meminta warga di Okinawa untuk berlindung. Korsel juga turut mengecam dan mempertimbangkan penangguhan perjanjian antar Korea tahun 2018, yang melarang kegiatan militer di dekat perbatasan kedua negara karena Korut dianggap seringkali melanggar. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































