INTERNASIONAL

Australia Kritik Tindakan 'Tidak Profesional' Cina di Laut Internasional

Perdana Menteri Australia Anthony Albanese
Perdana Menteri Australia Anthony Albanese. (Foto: Dok. X/Anthony Albanese)

Jakarta, IDM - Pemerintah Australia mengkritik Cina karena interaksi yang “tidak aman dan tidak profesional” antara kapal Angkatan Laut kedua negara di perairan internasional dekat Jepang pada beberapa waktu lalu.

Dilansir dari AP, Selasa (21/11), Menteri Pertahanan Australia Richard Marles mengatakan bahwa salah seorang penyelam Angkatan Laut dari armada HMAS Toowoomba terluka karena terkena gelombang sonar dari kapal perang Cina yang berlayar dalam jarak dekat.

Baca Juga: Ukraina: Serangan Drone Rusia Sebabkan Mati Listrik

Marles menjelaskan, HMAS Toowoomba berada di wilayah perairan internasional untuk melakukan operasi mendukung penegakan sanksi PBB. Namun, mereka sempat berhenti berlayar dan melakukan operasi penyelaman guna membersihkan jaring ikan yang terjerat di sekitar baling-baling.

Menurutnya, kapal Australia itu telah menyampaikan niat untuk melakukan operasi penyelaman dan meminta agar kapal Cina tetap berada di zona aman. Kendati demikian, kata Marles, kapal CNS Ningbo Cina terus mendekat dan mengoperasikan sonar yang dipasang di lambung kapal.

Akibat gelombang sonar tersebut, penyelam Angkatan Laut Australia menderita luka ringan. Meskipun tidak dijelaskan lebih lanjut, analis memperkirakan gendang telinga penyelam yang paling terdampak.

Baca Juga: NATO Berencana Tambah Pasukan Perdamaian Secara Permanen di Kosovo

Sementara, Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mengatakan telah menyampaikan 'keberatan serius' ke Cina secara langsung.

“Itu adalah kejadian yang sangat disesalkan. Berbahaya, tidak aman dan tidak profesional dari tindakan pasukan Cina. Itu sebabnya kami menyampaikan keberatan serius terhadap Cina secara langsung,” imbuh Albanese. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.