Bahas Pendidikan hingga Latihan Bersama, TNI AU Gelar Office Call dengan Commander Pacific Air Force

Jakarta, IDM – Delegasi TNI Angkatan Udara (TNI AU) melakukan pertemuan dengan Commander Pacific Air Force, General Kevin B. Schneider bertajuk ‘Office Call’ di Hickam Air Force Base, Hawaii, Selasa (30/4).
Pada kesempatan itu, delegasi TNI AU dipimpin oleh Asops KSAU, Marsda TNI Minggit Tribowo dengan anggota delegasi antara lain Paban III/Opsdik Ditdik Kodiklatau; Kasubdisiptek Disdikau; Paban IV/Hublu Sintelau; serta sejumlah pejabat Mabesau lainnya.
Melansir keterangan TNI AU, Kamis (2/5), ‘Office Call’ merupakan bagian dari Airman to Airman Talks (AAT) ke-16 tahun 2024 di antara angkatan udara kedua negara. Harapannya, hubungan bilateral serta kerja sama TNI AU dan US PACAF dapat terjalin semakin baik.
Baca Juga: Komandan Armed Seluruh Indonesia Berkumpul Samakan Strategi Operasional ke Depan
Untuk itu, delegasi kedua negara memanfaatkan momen pertemuan ini untuk membahas sejumlah hal, mulai dari bidang pendidikan, operasi, hingga latihan bersama (latma). (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































