Ini 4 Pesan Panglima untuk Prajurit Kopassus di Puncak HUT ke-72 Kopassus

Jakarta, IDM – Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menyampaikan beberapa pesan khusus sebagai penekanan kepada prajurit Korps Pasukan Khusus (Kopassus). Hal ini ia sampaikan dalam amanatnya di upacara puncak peringatan HUT ke-72 Kopassus di lapangan Mako Kopassus, Cijantung, Selasa, (30/4).

Pertama, Agus meminta prajurit Kopassus meningkatkan keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa (TYME) sebagai landasan moral pengabdian kepada bangsa dan negara.
Baca Juga: Pulang dari Tugas di Kongo Semua Barang Satgas Garuda Diperiksa Puspom TNI
Kedua, tegakkan kesetiaan dan loyalitas kepada pimpinan dan NKRI yang berdasarkan pada pancasila dan UUD 1945 dengan selalu berbuat terbaik, tulus dan ikhlas.

Ketiga, tanamkan semangat rela berkorban dan pantang menyerah sehingga dapat menyelesaikan semua tuntutan tugas dengan optimal.
Baca Juga: KRI Banjarmasin Bawa 119 Taruna Ikuti Latihan Integrasi ke Balikpapan
Dan keempat, hindari tindakan negatif yang berpotensi dapat merusak nama baik korps baret merah dan TNI tetaplah humanis dan jadilah pelopor dalam membantu kesulitan rakyat di sekelilingmu.
"Demikian amanat yang saya sampaikan sekali lagi saya ucapkan Dirgahayu Komando Pasukan Khusus, berani benar berhasil, lebih baik pulang nama daripada gagal di medan lagalaga, Komando," tutup Agus. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































