Korut Kembali Luncurkan Rudal Balistik di Tengah Ketegangan yang Meningkat

Jakarta, IDM - Korea Utara (Korut) kembali menembakkan beberapa rudal jelajah ke Laut Kuning. Peluncuran tersebut menjadi langkah konfrontatif lainnya usai kapal selam rudal balistik Amerika Serikat (AS) tiba di pelabuhan Korea Selatan (Korsel) minggu lalu.
Dilansir dari Yonhap, Sabtu (22/7) Joint Chief of Staff Korea Selatan (Korsel) mengatakan bahwa pihaknya kini bekerja sama dengan Amerika Serikat (AS) untuk mempelajari lebih la lanjut terkait jenis dan kemampuan rudal yang diluncurkan kemarin petang tersebut.
Baca Juga: Israel Kembali Lakukan Penembakan di Tepi Barat
"Otoritas mliter kami telah memperkuat pengawasan dan kewaspadaan sambil bekerja sama erat dengan Amerika Serikat dan mempertahankan postur kesiapan yang kuat," kata dia.
Korsel dan AS juga berupaya mempersiapkan postur pertahanan sekaligus memantau kemungkinan ancaman rudal lainnya. Tindakan Korut itu pun disebut harus dihentikan karena mengancam keamanan di Semenanjung Korea.
Baca Juga: Ukraina Klaim Rusia Serang Fasilitas Penyimpanan Pangan di Odessa
“Otoritas intelijen kami sedang menganalisis peluncuran sambil memantau tanda-tanda aktivitas konfrontasi tambahan,” kata JCS.
Peluncuran rudal Korut semakin memperburuk ketegangan dengan Korsel dan AS. Sebelumnya, Korut juga meluncurkan rudal serupa ke Laut Timur usai kapal selam USS Kentucky berlabuh di Busan. Belum lagi, hingga kini Korut tidak memberikan tanggapan apapun terkait keadaan tentara AS yang ditahan karena melintasi perbatasan. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































