INTERNASIONAL

Korut Diperkirakan Telah Kirim 33.000 Kontainer Senjata ke Rusia

Parade militer Korut
Parade militer Korut (Foto: Dok. Kcna.kp)

Jakarta, IDM – Korea Utara (Korut) diperkirakan telah mengirimkan sekitar 33.000 kontainer perlengkapan militer termasuk senjata dan amunisi ke Rusia untuk mendukung konflik melawan Ukraina.

Melansir Yonhap, Rabu (4/3), Badan Intelijen Pertahanan (Defense Intelligence Agency/DIA) menyatakan bahwa volume pengiriman amunisi diperkirakan mencapai lebih dari 15 juta peluru artileri 152 mm. Analisis DIA ini meningkat dibanding Juli tahun lalu, yang melaporkan bahwa sekitar 28.000 kontainer perlengkapan militer telah dikirim dari Korut ke Rusia.

Baca Juga: Pemimpin Tertinggi Iran akan Dipilih, Pascapemakaman Khamenei

Lebih lanjut, dikatakan bahwa Korut sebagian besar menggunakan Pelabuhan Rajin di dekat perbatasan dengan Rusia untuk mengirimkan kontainer melalui jalur laut. Korut juga diyakini telah memasok 220 meriam artileri, termasuk howitzer 170 mm dan peluncur roket multi-laras 240 mm.

Selain itu, Korut diduga mengirimkan senjata lain termasuk peluru 122 mm dan 152 mm, rudal anti-tank, rudal balistik jarak pendek, dan roket anti-tank ke Rusia.

Sejak Oktober 2024, Korut telah mengirimkan lebih dari 16.000 tentara untuk mendukung Rusia dalam konflik. Dari jumlah itu, sekitar 1.000 tentara telah kembali ke Korut pada bulan Desember tetapi kemungkinan akan dikerahkan kembali ke Rusia.

Baca Juga: Ngeri! Serang Iran, AS Libatkan 50.000 Tentara dan 200 Pesawat Tempur

Serangkaian dukungan ini merupakan wujud peningkatan kerja sama kedua negara di bidang militer, diplomatik, dan ekonomi sejak menandatangani pakta bilateral pada Juni 2024.

"Namun, ada tanda-tanda bahwa kerja sama mereka dalam teknologi pertahanan dan industri maju tidak memenuhi harapan Korut," kata DIA.

Korut nampak berupaya memperoleh teknologi militer canggih, terutama yang terkait dengan satelit mata-mata, hingga kapal selam bertenaga nuklir dari Rusia sebagai timbal balik atas dukungannya dalam konflik yang hingga kini masih berkecamuk dengan Kyiv. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.