Korut Belum Tanggapi Permintaan AS untuk Pulangkan Tentara yang Ditahan

Jakarta, IDM - Korea Utara (Korut) belum menanggapi permintaan Amerika Serikat (AS) untuk berdiskusi terkait tentara yang ditahan akibat melanggar perbatasan di Zona Demiliterisasi Korea. Beberapa pengamat memperkirakan upaya memulangkan tentara AS itu akan membutuhkan waktu yang cukup lama.
Dilansir dari The Guardian, Jumat (21/7), Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS Matthew Miller, mengatakan bahwa pihaknya telah berupaya menghubungi otoritas Korut untuk membahas insiden ditahannya tentara Angkatan Darat bernama Travis King pada beberapa waktu lalu. Namun, higga kini Korut tetap diam dan belum menanggapi permintaan tersebut.
Baca Juga: Bertemu KSAL, Wakil Kepala AL Italia Bahas Kedatangan ITS Francesco Morosini ke Jakarta
“Kemarin Pentagon menjangkau rekan-rekannya di Angkatan Bersenjata Korut. Pemahaman saya adalah bahwa upaya komunikasi tersebut belum dijawab,” kata Miller.
Miller juga mengatakan, Pemerintah AS saling bekerja sama untuk mengumpulkan informasi tentang keadaan dan keselamatan King. Sementara, beberapa pengamat menilai King tidak akan kembali dalam waktu dekat karena hubungan bilateral yang renggang antara Korut dan AS.
“Korut tidak akan menangkap kemudian melepaskan seorang pelintas batas karena undang-undang domestiknya yang ketat. Mereka juga berkeinginan kuat mencegah orang luar melanggar (peraturan) itu," kata Leif-Eric Easley, seorang profesor di Universitas Ewha di Korsel.
Baca Juga: Usai Odesa, Rusia Serang Kota Pelabuhan Mykolaiv
Kemudian, Faktor lain yang memberatkan Korut untuk melepas King yaitu statusnya sebagai seorang tentara. Sehingga, Korut mungkin menduga penyebab pelanggaran King itu berkaitan dengan misi militer.
Sebelumnya, King telah ditahan di Korsel atas tuduhan penyerangan saat bertugas. Kemudian, King seharusnya kembali ke AS tetapi malah mengabaikan perintah dan pergi untuk bergabung dengan tur ke Zona Demiliterisasi Korea. Saat tur itulah, ia disebut secara sengaja melintas tanpa izin zona penyangga antara Korsel dan Korut. (bp)
Hankam

Pengerahan 20 Ribu Prajurit TNI AL ke Jakarta: Siaga Ibu Kota dan Latihan di Tanjung Burung
TNI AL mengerahkan sebanyak 20.980 prajurit ke wilayah DKI Jakarta dan daerah penyangga. Pengerahan skala besar ini berfungsi untuk mempertebal pengamanan objek vital sekaligus mempersiapkan rangkaian latihan pendaratan amfibi.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































