Tentara Amerika Serikat (AS) Travis King, yang sempat ditahan di Korea Utara (Korut) karena melintasi perbatasan dari Korea Selatan (Korsel) tanpa izin, telah dipulangkan ke tahanan AS.
Korea Utara (Korut) mengklaim bahwa tentara Amerika Serikat (AS) yang ditahan akibat melanggar batas teritorial itu memang sengaja melakukan tindakannya untuk mencari perlindungan dan melarikan diri dari "tindakan rasisme" selama bertugas.
Anggota keluarga Travis King, tentara Amerika Serikat (AS) yang kini ditahan di Korea Utara (Korut) mengaku sangat terpukul atas insiden yang terjadi. Mereka menuntut pemerintah AS untuk segera memulangkan King.
Korea Utara (Korut) belum menanggapi permintaan Amerika Serikat (AS) untuk berdiskusi terkait tentara yang ditahan akibat melanggar perbatasan di Zona Demiliterisasi Korea. Beberapa pengamat memperkirakan upaya memulangkan tentara AS itu akan membutuhkan waktu yang cukup lama.
Otoritas Amerika Serikat (AS) menyebut bahwa salah satu tentaranya telah ditahan oleh Korea Utara (Korut) karena melintasi perbatasan tanpa izin. Kejadian itu dikhawatirkan dapat memperburuk hubungan antara AS dan Korut yang sedang bersitegang selama beberapa bulan terakhir.