INTERNASIONAL

Korut-Belarusia Tandatangani Perjanjian Persahabatan, Kim Jon Un Dapat Hadiah Senapan Otomatis

Presiden Belarusia Alexander Lukashenko
Presiden Belarusia Alexander Lukashenko (kiri) dan Presiden Korut Kim Jong Un tandatangani perjanjian persahabatan di Pyongyang. (Foto: Dok. Kcna.kp)

Jakarta, IDM – Presiden Korea Utara (Korut) Kim Jong Un dan Presiden Belarusia Alexander Lukashenko menandatangani perjanjian persahabatan di Pyongyang pada beberapa waktu lalu, guna mempererat kerja sama. Dalam pertemuan itu, Lukashenko menghadiahkan sebuah senapan otomatis kepada Kim.

Melansir laman media Belarusia Belta, Jumat (27/3), Lukashenko menyebut perjanjian itu sebagai wujud era baru yang fundamental karena menetapkan tujuan dan prinsip kerja sama antara kedua negara.

"Hubungan persahabatan antara negara kita, yang berawal sejak zaman Uni Soviet, tidak pernah terputus. Saat ini, sebagai hasil dari perkembangan progresif yang komprehensif, kita sedang bertransisi ke era baru yang fundamental," kata Lukashenko.

Baca Juga: Iran Terima Proposal Damai 15 Poin AS

Selain perjanjian persahabatan, kedua presiden juga menyaksikan penandatangan sejumlah memorandum di berbagai bidang termasuk pendidikan, kebudayaan, kesehatan, pertanian, informasi dan pers hingga olahraga.

Presiden Korut Kim Jong Un
Presiden Korut Kim Jong Un (kiri) dihadiahi senapan otomatis oleh Presiden Belarusia Alexander Lukashenko usai menandatangani perjanjian persahabatan di Pyongyang. (Foto: Dok. Belta)

Lukashenko juga memberikan hadiah khusus berupa Assault Rifle VSK untuk Kim. "Seorang prajurit akan selalu membutuhkan senjata ringan,” katanya, seraya mengungkapkan bahwa Belarusia telah mendorong produksi senjata ringan dan amunisi dalam negeri.

Kim menyatakan terima kasih dan memeriksa senapan serbu itu dengan saksama hingga mencoba mengisi ulang magasin. “Bagus! Kim Jong Un tahu cara menggunakan senjata,” ujar Lukashenko.

Baca Juga: Sekjen PBB Peringatkan Konflik Iran Sudah di Luar Kendali

Lukashenko pun bercanda kepada Kim bahwa ia membawakan senapan otomatis itu "untuk berjaga-jaga jika musuh muncul". Sebagai balasannya, Kim memberi Lukashenko sebuah pedang dan vas bergambar potret pemimpin Belarusia tersebut.

Korut dan Belarusia dikenai sanksi oleh negara-negara Barat karena dugaan mendukung agresi Rusia di Ukraina. Bahkan, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyebut Rusia menggunakan wilayah Belarusia sebagai pangkalan untuk melancarkan serangan ke negaranya. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.