Korut Akui Gagal Saat Uji Coba Satelit Militer

Jakarta, IDM - Pemerintah Korea Utara (Korut) mengungkapkan bahwa gagalnya peluncuran satelit militer pada bulan lalu merupakan “kegagalan terbesar” yang pernah dialami negara tersebut. Otoritas yang bertanggung jawab atas peluncuran satelit itu disebut telah "dikecam habis-habisan."
Dilansir dari Kcna.kp, laman resmi pemerintah Korut, Senin (19/6) dalam rapat nasional Komite Sentral ke-8 Partai Buruh Korea, partai yang yang berkuasa di Korut, menjelaskan bahwa mereka telah menetapkan badan khusus untuk menganalisis tentang penyebab dari kegagalan uji coba satelit militer tersebut.
Baca Juga: Waspada Ancaman Rusia, NATO akan Bentuk Pusat Kontrol Keamanan Bawah Laut
“Kami telah menetapkan tugas bagi para pejabat dan ilmuwan di bidang yang relevan untuk membuat analisis menyeluruh tentang penyebab dan pelajaran dari kegagalan terbesar pada baru-baru ini,” katanya.
Mereka dilaporkan juga berencana untuk segera melakukan uji coba satelit militer serupa dalam waktu dekat. Pihak-pihak yang bertanggung jawab atas uji coba yang gagal itu pun disebut telah dikritik tanpa memberikan penjelasan apakah dihukum atau diberi sanksi lebih lanjut.
“Pemerintah mengkritik keras para pejabat yang secara tidak bertanggung jawab dalam melakukan persiapan peluncuran satelit,” tambahnya.
Baca Juga: Kunjungi Beijing, Menlu AS Sepakat Atasi Ketegangan dengan Cina
Sebelumnya, Korut gagal meluncurkan satelit pada beberapa waktu lalu dan menyebut roket peluncurnya telah kehilangan daya dorong dan gagal memisahkan diri tidak lama setelah mengudara.
Upaya uji coba satelit militer itu merupakan wujud dari kebutuhan strategis untuk mengawasi langsung perkembangan uji coba satelit. Menurut Kim, proyek satelit ini merupakan bentuk mempertahankan diri dan mencegah meningkatnya konfrontasi dari negara tetangganya, Korea Selatan dan Amerika Serikat. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































