INTERNASIONAL

Korsel Tinjau Kemungkinan Kirim Pasukan Militer ke Hormuz

Pesawat patroli maritim P-8A
Pesawat patroli maritim P-8A Poseidon Korsel. (Foto: Dok. Republic of Korea Navy)

Jakarta, IDM – Kantor Kepresidenan Korea Selatan (Korsel) belum mengambil keputusan akhir tetapi masih meninjau kemungkinan pengerahan pasukan militer ke Selat Hormuz.

Melansir Yonhap, Jumat (4/9), seorang pejabat Kepresidenan Korsel menyebut bahwa pasukan militer negaranya mungkin dapat berkontibusi untuk memastikan kebebasan navigasi global melintasi Selat Hormuz, selama kontribusi itu tidak mengompromikan kesiapan pertahanan nasional.

Baca Juga: Dari Vladivostok, Prabowo Tegaskan Indonesia Tak Mau Terjebak Blok: Putin Akui Posisi Strategis Jakarta di Dunia

"Untuk memberikan kontribusi nyata ke Selat Hormuz, hal ini pertama-tama harus dipertimbangkan berdasarkan kesiapan kita di Semenanjung Korea, serta sesuai dengan prosedur hukum setempat," ujar pejabat tersebut.

“Kami berpikir bahwa mungkin dapat [memberikan kontribusi] dalam lingkup yang tidak mengganggu kesiapan kami,” sambungnya, seraya menambahkan bahwa diskusi yang sedang berlangsung belum mencapai tahap meminta persetujuan parlemen sehingga belum ada keputusan akhir.

Pernyataan itu diungkapkan setelah adanya laporan di beberapa media bahwa Seoul sedang bersiap meminta persetujuan parlemen untuk mengerahkan pasukan militer, kapal logistik hingga Pesawat Patroli Maritim P-8 ke Selat Hormuz.

Baca Juga: Iran Klaim Serang Dua Pangkalan Militer AS

Lebih lanjut, ia juga menyoroti bahwa kontribusi militer bukan berarti hanya pasukan tempur tetapi juga pasukan nontempur. Pemerintah Korsel disebut tengah meninjau secara komprehensif semua opsi tersebut.

“Ketika Anda mendengar tentang pengerahan pasukan, Anda cenderung mengaitkannya dengan pertempuran, tetapi itu tidak harus selalu demikian,” imbuhnya.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.