Korsel akan Produksi Massal Peluru Artileri Jarak Jauh 155 mm

Jakarta, IDM - Korea Selatan (Korsel) berencana untuk memproduksi dalam skala besar peluru artileri jarak jauh 155 mm di tahun ini, setelah selesai dikembangkan dan di uji coba.
Dilansir dari Yonhap, Selasa (6/2), Badan Akuisisi Pertahanan Korsel atau DAPA melakukan pertemuan dengan industri alutsista Poongsan di Daejeon, untuk secara resmi menyelesaikan proyek pengembangan peluru artileri jarak jauh 155 mm yang dimulai pada tahun 2014.
Baca Juga: Turki Sepakat untuk Pasok Drone ke Mesir
Nantinya, DAPA akan menandatangani kontrak produksi massal proyektil tersebut dengan Poongsan. Namun, tidak disebutkan anggaran maupun jumlah yang akan diproduksi.
Proyektil baru ini disebut menggunakan teknologi base bleed dan dapat terbang hingga sekitar 60 km, menandai peningkatan jangkauan lebih dari 30 persen dibandingkan dengan proyektil yang sudah ada.
Baca Juga: Korsel dan Arab Saudi Sepakat untuk Tingkatkan Kerja Sama Industri Pertahanan
"Pengembangan proyektil ini akan membuka jalan bagi Korea Selatan untuk meningkatkan ekspor, temasuk ekspor howitzer self-propelled K9 155 mm," Eom Dong-hwan Menteri DAPA. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































