Kongo Berhasil Gagalkan Upaya Kudeta

Jakarta, IDM – Tentara Kongo mengatakan mengklaim berhasil menggagalkan upaya kudeta terhadap Presiden Felix Tshisekedi di Ibu kota Kinshasa yang melibatkan kelompok pemberontak dan pihak asing pada beberapa waktu lalu.
Dilansir dari BBC, Selasa (21/5), mereka juga telah menangkap 50 tersangka, termasuk tiga warga negara Amerika Serikat (AS) dan seorang warga negara Inggris yang dinaturalisasi. Tragedi tembak-menembak menyebabkan tiga orang tewas.
Baca Juga: Tolak Perintah Penangkapan ICC, PM Israel akan Terus Lakukan Serangan di Gaza
Menurut juru bicara tentara Kongo, Brigadir Jenderal Sylvain Ekenge para penyerang itu merupakan anggota New Zaire Movement, termasuk mantan politisi Kongo yang diasingkan, Christian Malanga, yang telah memperoleh kewarganegaraan AS.
"Malanga ditembak mati di istana presiden setelah dia menolak ditangkap oleh pasukan keamanan," kata Ekenge.
Baca Juga: Menhan Rusia yang Baru Berkomitmen Tingkatkan Efisiensi Tempur Hadapi Ukraina
“Kami, militer, lelah, kami tidak bisa berbaris bersama Presiden Félix Tshisekedi," kata Malanga ketika melakukan serangan.
Kongo merupakan negara dengan sumber mineral yang melimpah. Namun, sebagian besar sumber daya alamnya terletak di wilayah timur dimana kekerasan marak terjadi. Pemerintah Kongo pun berupaya untuk menekan angka kekerasan tersebut dengan mendatangkan pasukan regional. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































