Konflik dengan Thailand, Kamboja Desak PBB Kirim Tim Pencari Fakta

Jakarta, IDM - Kamboja mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mengerahkan tim independen guna memastikan fakta di lapangan di tengah konflik dengan Thailand.
Hal itu diungkapkan oleh Kementrian Luar Negeri Kamboja dalam sebuah surat pernyataan ke Sekretaris Jendelan PBB Antonio Guterres, yang diunggah melalui laman resminya, Mfaic.gov.kh, Jumat (12/12).
Baca Juga: Putin: Indonesia jadi Mitra Tradisional Rusia dalam Kerja Sama Teknis-Militer
Guterres didesak untuk “mengecam secara tegas agresi bersenjata Thailand yang tidak beralasan” terhadap Kamboja dan menuntut “penghentian segera semua serangan oleh Thailand”.
Selain itu, Kamboja meminta PBB untuk “menuntut agar Angkatan Bersenjata Thailand segera menghentikan agresi bersenjata ilegal mereka terhadap Kamboja, menghentikan semua upaya untuk menyerang atau melanggar kedaulatan dan wilayah Kamboja melalui penggunaan peta yang dibuat secara sepihak, dan sepenuhnya menghormati perbatasan yang diakui secara internasional dan instrumen yang mengikat secara hukum."
Kamboja pun menyatakan tetap berkomitmen pada dialog damai, diplomasi, dan kepatuhan terhadap hukum internasional untuk melaksanakan perjanjian gencatan senjata yang disepakati pada Oktober lalu.
Baca Juga: Tinjau Pengungsian Aceh Tamiang, Presiden Prabowo Sampaikan Maaf dan Ingatkan Soal Lingkungan
Media lokal melaporkan bahwa konflik terbaru Kamboja-Thiland telah menewaskan sekitar 22 orang, termasuk sembilan tentara Thailand, tiga warga sipil, dan sembilan warga sipil Kamboja serta satu tentara.
Sebelumnya, Perwakilan Tetap Thailand untuk PBB, Cherdchai Chaivaivid, juga mengirimkan surat kepada Guterres dan Dewan Keamanan PBB. Ia menyebut Kamboja sengaja melakukan serangan militer dan tanpa provokasi di wilayah Thailand. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































