INTERNASIONAL

Konflik Dengan Kosovo Terus Berlanjut, Serbia Minta Bantuan Perdamaian NATO

Ilustrasi pasukan bersenjata Serbia
Ilustrasi pasukan bersenjata Serbia. (Foto: Dok. Mindef Republic of Serbia)

Jakarta, IDM - Komandan militer Serbia mendesak NATO dan badan internasional lainnya untuk segera meningkatkan langkah-langkah konkrit dalam melindungi etnis Serbia di Kosovo. Menurutnya, organisasi internasional tersebut belum memenuhi kewajiban dan tugasnya dalam menyelesaikan konflik di Kosovo.

Dilansir dari Reuters, Sabtu (24/6), Jenderal Milan Mojsilovic menyatakan bahwa konflik Serbia-Kosovo terus meningkat sehingga ia meminta bantuan penyelesaian dari NATO. Sebab, pembicaraan antara kedua negara yang di mediasi oleh Uni Eropa tidak menghasilkan jalan keluar pada beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Fregat Admiral Essen Rusia Dicat Abu-abu untuk Kelabuhi Militer Ukraina

"Kami telah memberi tahu komandan KFOR bahwa langkah mendesak harus diambil untuk melindungi rakyat Serbia. Hari ini jelas masyarakat internasional tidak memenuhi kewajibannya," kata Mojsilovic.

Dalam pernyataan terpisah, Menteri Dalam Negeri Kosovo Xhelal Svecla melaporkan situasi di Beograd yang intens dan sebuah mobil ditemukan membawa berbagai persenjataan seperti alat peledak dan senjata otomatis.

Baca Juga: PBB Desak Israel Akhiri Konflik dengan Palestina

Ketegangan konflik Kosovo-Serbia melonjak ketika polisi Serbia menangkap tiga aparat keamanan Kosovo karena disebut telah melintasi perbatasan antara kedua negara secara ilegal pada beberapa waktu lalu. Pristina mengatakan mereka ditangkap di dalam Kosovo.

Sementara, konflik ini dipicu oleh aksi boikot pemilu lokal di empat kotamadya yaitu Zvecan, Zubin Potok, Leposavic dan Mitrovica Utara, bagian utara Kosovo. Sekitar 50.000 etnis Serbia yang tinggal di empat kotamadya di Kosovo utara menolak hasil pemungutan suara pemilihan walikota terbaru sebagai protes atas tuntutan mereka terkait hak otonomi tidak dipenuhi. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.