PARLEMEN

Komisi I DPR RI Dukung Modernisasi Alutsista TNI

Komisi I DPR RI Dukung Modernisasi Alutsista TNI
Wakil Ketua Komisi I DPR RI H. Bambang Kristiano, SE (HBK). Photo. Dok: Aslam Iqbal/IDM

Artikel ini ditulis oleh: Komisi I DPR RI, H. Bambang Kristiono, SE (HBK).

Komisi I DPR RI, sebagai unsur DPR yang mengawasi penyelenggaraan pertahanan negara, turut menyampaikan bela sungkawa dan duka cita yang teramat dalam atas insiden nahas yang dialami oleh keluarga besar TNI AL. Salah satunya Wakil Ketua Komisi I DPR RI, H. Bambang Kristiono, SE (HBK). 

 salah satu pimpinan Komisi I DPR RI dari Fraksi Gerindra ini mengutarakan pandangannya seputar insiden yang menimpa KRI Nanggala-402, dan berangkat dari peristiwa ini, Bambang Kristiono menggambarkan bagaimana Komisi I DPR RI yang telah selalu mendukung terselenggaranya upaya modernisasi Alutsista di tubuh TNI demi kepentingan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 

Bagaimana tanggapan Anda selaku anggota Komisi I DPR RI terkait tenggelamnya KRI Nanggala-402? 

Tentu saja sangat mengagetkan. Dalam situasi pandemi COVID-19 yang masih berlangsung hingga saat ini, kita kemudian mendengar kabar peristiwa tenggelamnya KRI Nanggala-402. Kami sangat prihatin karena telah kehilangan putra-putra terbaik bangsa. Para prajurit profesional yang sangat kita banggakan. 

Semoga peristiwa ini adalah peristiwa yang pertama dan terakhir dalam perjalanan pengabdian para prajurit TNI Angkatan Laut (TNI AL) dalam menjaga dan melindungi negara kita tercinta. Kita harus berani melakukan langkah-langkah perbaikan secara konkret dan sungguh-sungguh, mengevaluasinya secara saksama, sehingga peristiwa seperti ini tidak akan terjadi lagi di kemudian hari. 

Asumsi dan analisis yang beragam terkait peristiwa tenggelamnya KRI Nanggala-402 bertebaran, baik di media massa maupun media sosial. Bagaimana Anda menyikapi hal tersebut? 

Kita tidak bisa melarang orang lain, siapa pun itu, untuk memberikan statement atau menyampaikan pendapat mereka terkait musibah ini. Di negara demokrasi, seperti di Indonesia se- karang ini, hak dan suara mereka tetap harus dilindungi, tetapi kita sebagai leader seharusnya memang lebih baik berpikir bijak, berpegang pada prinsip bahwa kita harus bisa memelihara agar situasi ini tetap teduh dan kondusif. Tidak berkomentar tentang hal-hal yang bisa membawa kita pada kondisi yang justru tidak menguntungkan semua pihak. Mungkin ini dampak dari era tekno- logi informasi yang semakin modern dan berkembang sangat pesat. Fenomena ini memang harus kita hadapi bersama. Bukan berarti komentar- 

komentar, analisis, atau asumsi tidak berdasar itu tidak penting, walaupun kita tidak boleh apriori (beranggapan sebelum mengetahui kejadian sebenarnya). Tentunya koreksi dalam bentuk apa pun itu tetap penting. Kita tidak boleh antikritik. Terkadang banyak hal yang bisa kita pelajari dari masukan-masukan yang mereka sampaikan. Namun demikian, kalau saya pribadi lebih percaya dengan hasil penyelidikan secara komprehensif yang dilakukan oleh gabungan instansi-instansi terkait. Saya kira rujukannya itu yang paling bisa dipertanggung- jawabkan. Kita tunggu saja hasilnya nanti. 

Kami berharap hasil investigasi tersebut, termasuk temuan dan kesimpulan-kesimpulan yang dihasilkan, akan transparan, penuh pertanggung jawaban, dan tidak ada unsur rekayasa di dalamnya karena ini untuk evaluasi perbaikan dalam membangun kekuatan pertahanan Indonesia ke depan. 

Baca Selengkapnya di Majalah indonesia Defense edisi ke 9.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.