Komisi I DPR Dorong Penguatan Sarana dan Kesejahteraan Kopaska TNI AL

Jakarta, IDM – Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Anton Sukartono, menegaskan perlunya perhatian serius terhadap Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL sebagai satuan elite yang memegang peran strategis dalam pertahanan maritim Indonesia.
Menurutnya, fasilitas pendukung serta kesejahteraan personel harus sebanding dengan tingginya risiko dan kompleksitas tugas yang diemban para prajurit.
Dalam kunjungan kerja spesifik di Markas Kopaska–Puskopaska TNI AL, Surabaya, Jawa Timur, Anton menyebut masih terdapat sejumlah kebutuhan mendesak terkait sarana dan prasarana.
Baca Juga: Rencana Pengiriman Pasukan TNI ke Gaza Harus Berbasis Misi Perdamaian dan Mandat Internasional
“Kami melihat markasnya saja belum tersedia secara memadai. Ini pasukan khusus, sehingga perlu perlakuan khusus pula,” ujar Anton.
Kopaska, yang dibentuk pada 31 Maret 1962 untuk mendukung Operasi Trikora, sejak awal diproyeksikan sebagai kekuatan bawah air berkapabilitas internasional, dengan keahlian mulai dari demolisi bawah laut hingga operasi antiteror maritim.
Melihat langsung kondisi satuan, Anton juga menyoroti pentingnya modernisasi alutsista guna mengimbangi kemampuan prajurit.
“Latihan mereka berat dan penuh risiko. Karena itu, Komisi I akan memperhatikan anggaran untuk kesejahteraan prajurit serta kelengkapan peralatannya,” tegasnya.
Baca Juga: Tim Pengawas Intelijen DPR Gelar Rapat Tertutup, Antisipasi Insiden Agustus
Ia menambahkan Komisi I siap memperjuangkan tambahan anggaran agar proses modernisasi dapat berjalan lebih cepat.
Sementara itu, Pangkoarmada, Laksdya TNI Denih Hendrata, menyambut baik perhatian legislatif dan menyebutnya sebagai bentuk pengakuan atas kontribusi Kopaska dalam struktur kekuatan TNI AL.
“Kami berterima kasih kepada Komisi I yang akan memperhatikan pembangunan Kopaska di lingkungan Angkatan Laut agar menjadi lebih baik,” pungkas Denih. (Ykb)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































