INTERNASIONAL

Komisi I Desak Pemerintah Bentuk Task Force Evakuasi WNI dari Wilayah Rawan Konflik Iran-Israel

Serangan udara.
Iran luncurkan serangan udara balasan ke Tel Aviv. (Foto: Dok. Irna.ir)

Jakarta, IDM – Pemerintah didesak untuk segera mengambil langkah antisipatif, khususnya evakuasi WNI dari wilayah rawan konflik militer antara Israel dan Iran, yang pecah sejak 13 Juni lalu.

Berdasarkan laporan Kementerian Luar Negeri RI, saat ini terdapat 386 WNI berada di Iran yakni sekitar 258 orang yang mayoritas mahasiswa tinggal di Kota Qom, sekitar 90 orang bermukim di Teheran dan beberapa tersebar di kota-kota lain.

“Keselamatan 386 WNI yang kini berada di zona konflik terutama mahasiswa di Qom dan Teheran, harus menjadi prioritas. Pemerintah, melalui Kemenlu dan KBRI Teheran, harus segera meningkatkan status kewaspadaan dan membuka jalur evakuasi aman,” kata anggota Komisi I DPR RI Syamsu Rizal dalam keterangan resminya, pada Senin (16/6).

Baca Juga: Gelar Latihan Militer, Rusia Kerahkan 40 Kapal dan 30 Pesawat

Ia pun meminta agar Kementerian Luar Negeri, TNI, dan lembaga terkait membentuk satuan tugas evakuasi (task force) secepatnya, termasuk menyiapkan transportasi darat atau udara untuk membawa WNI ke negara netral, sebelum ragam eskalasi meluas.

“Saya juga dorong agar komunikasi darurat dipastikan 24/7, agar setiap WNI bisa melaporkan keberadaan, kondisi, dan kebutuhan mereka secara real-time,” tambahnya.

Ia mengingatkan pemerintah agar segera mendiskusikan evakuasi ini dengan negara-negara tetangga dan mitra diplomatik untuk mendapatkan bantuan logistik serta izin transit. Keselamatan WNI di kawasan konflik harus menjadi prioritas utama pemerintah.

Baca Juga: Sekitar 6.000 Prajurit Korut Tewas dan Terluka Melawan Ukraina

Ia pun menegaskan bahwa potensi dampak kemanusiaan dari konflik ini sangat besar dan bisa menjalar ke negara-negara sekitar. Oleh karena itu, langkah konkret antisipatif harus segera diimplementasikan.

"Kita tidak bisa menunggu hingga situasi benar-benar memburuk. Pemerintah harus memiliki rencana kontinjensi yang jelas dan memastikan komunikasi aktif dengan para WNI di wilayah terdampak," tegasnya.

Menurutnya, ini menjadi ujian awal khususnya bagi TNI yg baru saja mendapat mandat tambahan berupa perlindungan WNI di luar negeri, sesuai hasil revisi UU TNI No 3 tahun 2025. Adapun, Israel dan Iran terus saling meluncurkan serangan udara. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.