INTERNASIONAL

Kim Jong Un Copot Pemimpin Terkuat Kedua di Korut

Kim Jong Un Copot Pemimpin Terkuat Kedua di Korut
Pak Jong Chon, mantan wakil ketua komisi militer pusat dan sekretaris Partai Buruh Korea (Dok. Kcna.kp)

Jakarta, IDM - Kim Jong Un telah memecat Pak Jong Chon, pejabat militer terkuat kedua setelahnya di Korut. Pak, jenderal bintang empat yang sebelumnya menjabat sebagai wakil ketua Komisi Militer Pusat Partai Buruh dan sekretaris Komite Pusat, digantikan oleh Ri Yong Gil pada pertemuan paripurna nasional di awal tahun 2023.

Dilansir dari Reuters, Senin (2/1), Korut tidak menjelaskan penyebab pencopotan Pak dari posisinya. Namun, Pyongyang memang secara rutin melakukan perubahan di struktur kepemimpinan Partai Buruh yang berkuasa. Meskipun begitu, peneliti di Institut Korea untuk Unifikasi Nasional di Korsel, Oh Gyeong-sup mengatakan bahwa kemungkinan Pak dipecat karena dianggap gagal melakukan operasi keamanan dalam peluncuran drone ke Korea Selatan (Korsel) pada pekan lalu.

"Pak mungkin bertanggung jawab atas kegagalan operasi keamanan," ujar Gyeong.

Komisi Militer Pusat, yang dipimpin oleh Kim Jong-un, dianggap lebih kuat daripada Kementerian Pertahanan Korut dalam hal pengambilan keputusan militer. Pak awalnya menjabat sebagai komandan artileri bintang satu pada 2015. Lima tahun kemudian, karir Pak melejit hingga menjadi jenderal bintang empat karena dianggap berkontribusi pada perkembangan rudal jarak pendek di Korut.

Pada akhir 2020, Pak mendapatkan gelar marshal, pangkat militer tertinggi di bawah Kim Jong Un. Ia pun menjadi pejabat yang paling aktif menentang latma militer Korsel-AS. Sementara itu, pengganti Pak, Ri juga merupakan seorang komandan militer senior yang memegang posisi penting termasuk kepala staf umum angkatan darat.

Baca: Korsel Bentuk Divisi Pertahanan Anti Nuklir

Selama pertemuan tersebut, Kim juga menegaskan bahwa Korut akan mengembangkan rudal balistik antarbenua dan persenjataan nuklir sebagai bentuk pencegahan. Kim mengatakan peningkatan eksponensial persenjataan nuklir akan menjadi orientasi utama dalam strategi pertahanan Korut pada tahun 2023. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.