Kenaikan Pangkat Pimpinan Tiga Pasukan Khusus TNI, DPR Yakin akan Tingkatkan Performa

Jakarta, IDM - TNI menggelar Upacara Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan Militer di Lapangan Suparlan, Pusdiklatpassus, Batujajar, Bandung, Minggu (10/8).
Dalam Upacara tersebut, Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan peningkatan kepangkatan bagi pimpinan pasukan khusus di tiga matra TNI: Komando Pasukan Khusus (Kopassus), Korps Marinir, dan Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat).
Merespons itu, Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, menyebut peningkatan kepangkatan di tubuh TNI memang menjadi prioritas bagi pemerintah.
Baca Juga: Wakil Ketua Komisi I DPR Kecam Rencana Israel Kuasai Gaza
“Kami yakin ini akan meningkatkan performa TNI dalam menghadapi segala macam tantangan dan ancaman di luar,” tegas Dave, Senin (11/8).
Kemudian, Dave juga menyebut dilantiknya Jenderal Tandyo Budi Revita sebagai Wakil Panglima TNI dapat meningkatkan efektivitas di institusi. Dave menerangkan dirinya tak ingin jabatan yang dipegang oleh Jenderal Tandyo hanya bersifat administratif.
"Terkait dengan posisi dan peran Wakil Panglima TNI, Jenderal Tandyo Budi Revita, saya ingin menyampaikan bahwa kehadiran beliau merupakan bagian penting dari penguatan struktur komando dan efektivitas koordinasi di tubuh TNI," ungkap Dave.
Baca Juga: DPR RI: Pengibaran Bendera ‘One Piece’ Pada Tanggal 17 Agustus Melanggar UU
Dave menilai peran wakil panglima krusial di tengah dinamika kawasan yang kompleks. Dave pun erharap Jenderal Tandyo bisa membuat institusi TNI semakin solid.
“Dalam konteks tantangan geopolitik dan dinamika kawasan yang semakin kompleks, peran wakil panglima menjadi krusial untuk memastikan kesinambungan strategi pertahanan, serta memperkuat sinergi antarmatra," terang Dave.
Dave menuturkan Jenderal Tandyo dikenal memiliki rekam jejak yang solid, kepemimpinan yang tenang namun tegas, serta pemahaman mendalam terhadap kebutuhan modernisasi dan interoperabilitas TNI.
Baca Juga: Prabowo Siapkan Pulau Galang untuk Pengungsi Gaza, DPR: Solidaritas Nyata untuk Palestina
Sehingga Komisi I ingin Jenderal Tandyo bisa menjadi katalisator (mempercepat lajunya) reformasi internal di kubu TNI.
"Kami di Komisi I DPR RI melihat bahwa beliau dapat menjadi katalisator dalam mendorong reformasi internal dan memperkuat postur pertahanan nasional,” tuturnya.
“Kami berharap posisi wakil panglima tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga strategis, untuk mendukung panglima TNI dalam merumuskan kebijakan yang adaptif, responsif, dan selaras dengan visi pertahanan negara," tandasnya. (Ykb)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































