PARLEMEN

Karhutla Uji Kesiapsiagaan Nasional, DPR Soroti Mitigasi dan Koordinasi Lintas Sektor

Ketua DPR RI Puan Maharani
Ketua DPR RI Puan Maharani. (Foto: Dok. DPR RI)

Jakarta, IDM – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi salah satu ujian bagi kesiapsiagaan nasional dalam menghadapi bencana berskala luas.

Kemampuan mendeteksi titik api, mengerahkan personel, menyediakan dukungan logistik, dan mengoordinasikan operasi lintas sektor menjadi faktor penting dalam meminimalkan dampak terhadap masyarakat.

Isu tersebut turut masuk dalam agenda pengawasan DPR RI pada Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026–2027.

Ketua DPR RI Puan Maharani mengatakan percepatan penanganan karhutla dan krisis air pada sektor pertanian sebagai salah satu persoalan yang menjadi perhatian alat kelengkapan dewan.

Baca Juga: Presiden Prabowo Soroti Ancaman Perang Hibrida dan Drone, TNI-Polri Diminta Perkuat Profesionalisme

Dalam pidato penutupan masa sidang yang dibacakan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad di Kompleks Parlemen, Jakarta, Puan juga menyoroti perlunya penguatan teknologi dan sumber daya manusia untuk meningkatkan mitigasi bencana.

Pasalnya, penanganan karhutla memiliki dimensi kesiapsiagaan operasi selain penanganan darurat.

Dalam kondisi yang memerlukan dukungan militer, kemampuan personel, transportasi, komunikasi, logistik, dan dukungan udara dapat menjadi bagian dari respons terpadu sesuai kewenangan dan kebutuhan di lapangan.

Baca Juga: Presiden Prabowo Buka Peluang Prajurit Berkacamata: Boleh, tapi dia Pintar

Namun, efektivitas penanganan tidak cukup diukur dari jumlah personel atau peralatan yang dikerahkan. Kecepatan deteksi, ketepatan penentuan prioritas, pembagian tanggung jawab, dan kesinambungan koordinasi juga menentukan hasil operasi.

Puan menegaskan DPR menjalankan fungsi pengawasan untuk memastikan penanganan bencana dilakukan secara tepat dan terpadu.

“DPR RI terus melakukan pengawasan untuk memastikan tindak lanjut dari berbagai rekomendasi kebijakan negara dalam mengatasi berbagai permasalahan tersebut di atas,” ujarnya.

Baca Juga: Komisi I DPR: Beli J-10 dari China Tak Masalah, Asal Supply Chain Terjamin

DPR juga menyoroti dampak karhutla terhadap kesehatan, pendidikan, dan kehidupan sosial-ekonomi masyarakat. Karena itu, keberhasilan operasi perlu dilihat dari kemampuannya menekan dampak bencana sekaligus mempercepat pemulihan wilayah terdampak.

Ia berharqp pengalaman menghadapi karhutla dapat menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat interoperabilitas dan koordinasi antarlembaga dalam operasi bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana.

Dengan demikian, agenda pengawasan DPR tidak berhenti pada penanganan kebakaran yang sedang berlangsung, tetapi juga menyangkut kesiapan negara menghadapi ancaman bencana berikutnya.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.