PARLEMEN

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, DPR Desak Operasi SAR Maksimal dan Tak Ada Korban Terlewat

Kapal Virgo Transport 8
Kapal Virgo Transport 8. (Foto: Dok. Istimewa)

Jakarta, IDM – Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan duka cita mendalam atas insiden terbaliknya kapal motor penumpang (KMP) Virgo Transport 8 di perairan Masalembo, Laut Jawa.

Di tengah proses evakuasi yang masih berlangsung, Puan meminta seluruh pihak mengerahkan kemampuan terbaik untuk mencari dan menyelamatkan korban yang belum ditemukan.

Puan mengatakan keselamatan penumpang harus menjadi prioritas utama dalam penanganan insiden kapal penyeberangan rute Surabaya-Banjarmasin tersebut.

Ia juga meminta operasi pencarian dan penyelamatan dilakukan secara optimal hingga seluruh korban berhasil dipastikan keberadaannya.

“Saya turut berduka cita yang mendalam atas jatuhnya korban jiwa dalam insiden hilangnya kontak dan terbaliknya Kapal Virgo Transport 8 di perairan Masalembo, Laut Jawa,” kata Puan, Senin (14/9).

Puan turut menyampaikan simpati kepada keluarga korban yang tengah menghadapi musibah tersebut.

Baca Juga: Komisi I DPR RI Sebut Super Garuda Shield Perkuat Kerja Sama dan Diplomasi Pertahanan

“Saya turut merasakan duka yang dialami keluarga korban, dan semoga diberikan ketabahan dalam menghadapi musibah ini,” lanjutnya.

Adapun KMP Virgo Transport 8 dilaporkan hilang kontak pada Minggu (13/9) sekitar pukul 02.00 Wita. Kapal yang membawa 243 orang itu diduga mengalami insiden akibat cuaca buruk hingga akhirnya terbalik di perairan Masalembo.

Sejumlah penumpang berhasil dievakuasi, sebagian besar dalam kondisi selamat.

Namun, insiden tersebut telah menyebabkan enam orang dinyatakan meninggal dunia.

Sementara itu, sekitar 130 korban masih belum dipastikan nasibnya.

Proses evakuasi penumpang menuju Pelabuhan Trisakti Banjarmasin masih berlanjut pada Senin pagi.

Baca Juga: Tiga Nyawa Melayang di Jayawijaya, Komisi I DPR Tuntut Strategi Total Hadapi KKB

Kementerian Perhubungan memastikan seluruh sumber daya yang tersedia dikerahkan untuk mendukung pencarian, penyelamatan, dan evakuasi korban.

Puan meminta Basarnas, KSOP, serta seluruh unsur terkait tidak mengendurkan operasi SAR selama masih terdapat korban yang belum ditemukan.

“Saya minta Basarnas, KSOP, dan seluruh pihak terkait untuk terus memprioritaskan dan mengoptimalkan operasi pencarian serta penyelamatan terhadap korban yang masih belum ditemukan,” tegas Puan.

Selain operasi SAR, Puan menyoroti pentingnya pendataan penumpang secara akurat. Menurutnya, proses evakuasi harus berjalan beriringan dengan verifikasi identitas dan status setiap penumpang agar tidak ada korban yang terlewat.

“Proses evakuasi dan pendataan yang masih berlangsung ini harus dikawal sampai tuntas, jangan sampai ada korban yang terlewat dari pencarian,” ungkap cucu Bung Karno itu.

Baca Juga: Tiga Petugas Pertanian Tewas Ditembak di Papua, Komisi I DPR: Negara Tak Boleh Kalah oleh Teror

Puan mendesak pihak terkait memastikan data penumpang, korban selamat, korban meninggal dunia, serta mereka yang masih dalam pencarian dapat dihimpun secara menyeluruh.

Akurasi pendataan dinilai penting untuk memastikan setiap keluarga memperoleh kepastian mengenai kondisi anggota keluarganya. Langkah ini juga menjadi bagian penting dalam memastikan proses penanganan bencana berjalan terkoordinasi.

Di luar penanganan darurat, Puan meminta Pemerintah segera melakukan investigasi menyeluruh untuk mengungkap penyebab kecelakaan. Investigasi tersebut, kata dia, perlu melihat berbagai kemungkinan, mulai dari faktor alam, teknis, hingga unsur manusia.

“Pemerintah agar segera melakukan investigasi menyeluruh atas penyebab kecelakaan ini, baik dari faktor alam, teknis, maupun manusia,” sebut Puan.

Puan menyatakan DPR RI melalui alat kelengkapan dewan (AKD) terkait akan mengawal proses investigasi. Langkah tersebut diperlukan untuk memastikan kecelakaan tidak berhenti pada penanganan korban, tetapi juga menghasilkan evaluasi terhadap sistem keselamatan pelayaran.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.