INTERNASIONAL

Kapal Cina dan Jepang Kembali Bersitegang di Laut Cina Timur

Kapal penjaga pantai Cina
Kapal penjaga pantai Cina. (Foto: Dok. Wikipedia)

Jakarta, IDM - Kapal penjaga pantai Cina dan Jepang kembali terlibat konfrontasi di dekat wilayah yang diperebutkan di Laut Cina Timur. Keduanya pun saling mendesak untuk meninggalkan wilayah tersebut.

Wilayah itu diklaim oleh Cina dan Jepang, yang masing-masing menyebutnya sebagai Kepulauan Diaoyu atau Kepulauan Senkaku. Menurut penjaga pantai Cina, tiga kapal Jepang dan beberapa kapal patroli secara ilegal memasuki wilayah perairan Diaoyu pada beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Menhan AS: Invasi Rusia Tidak Akan Berhasil Jika Sekutu Barat Terus Dukung Ukraina

“Kami mengambil tindakan sesuai dengan hukum dan tindakan pengendalian yang diperlukan. Kami mendesak Jepang untuk segera menghentikan segala aktivitas ilegal di perairan tersebut dan memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali,” kata juru bicara penjaga pantai Cina Gan Yu melansir South China Morning Post, Kamis (2/11).

Gan menegaskan pulau-pulau itu merupakan wilayah milik Cina dan aktivitas kapal penjaga pantainya dilakukan sesuai hak maritim dan hukum. Ia menyebut pihaknya beroperasi bawah yurisdiksi Cina.

Senada, juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina Wang Wenbin menyebut aktivitas penjaga pantai sebagai tindakan sah untuk menjaga kedaulatan. Sementara, penjaga pantai Jepang juga mengatakan hal serupa dan mendesak tiga kapal penjaga pantai Cina untuk meninggalkan perairan Senkaku.

Baca Juga: Ukraina Sebut Rusia Luncurkan Bom di Jalur Pelayaran Sipil

“Pihak-pihak terkait di Jepang harus menghentikan pelanggaran dan provokasi di perairan Kepulauan Diaoyu untuk menghindari semakin memperumit situasi,” katanya.

Peristiwa ini terjadi dua minggu setelah insiden serupa di dekat pulau-pulau yang disengketakan, ketika kapal penjaga pantai dari kedua negara kembali bersitegang karena kegiatan 'ilegal'. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.