Kanada-Australia Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Militer

Jakarta, IDM - Kanada dan Australia mengaku khawatir dengan ketegangan yang meningkat akibat klaim Cina atas sebagian besar Laut Cina Selatan pada beberapa waktu terakhir.
Menteri Pertahanan (Menhan) Kanada Bill Blair menyebut keamanan di kawasan Indo-Pasifik sedang ditantang karena Cina mencoba merubah tatanan internasional untuk kepentingannya sendiri.
Baca Juga: AS, Qatar dan Mesir Ajak Israel-Hamas Lanjutkan Perundingan Gencatan Senjata
Blair, yang berbicara setelah pertemuan di Vancouver dengan Menhan Australia Richard Marles, mengatakan mereka sepakat untuk bekerja sama lebih erat demi menjaga ketertiban di Indo-Pasifik.
"Kami telah sepakat untuk membangun kolaborasi yang lebih erat dengan meningkatkan interoperabilitas angkatan bersenjata kami dan memperdalam kerja sama operasional," kata Blair melansir Reuters , Sabtu (10/8).
Baca Juga: Iran Klaim Miliki Rudal Jelajah Baru yang Tak Terdeteksi
Sebelumnya, Australia, Kanada, Filipina dan Amerika Serikat (AS) menggelar latihan maritim gabungan di Laut Cina Selatan pada 7-8 Agustus lalu.
"Kerja sama kami didasarkan pada upaya untuk mencegah. Kami benar-benar ingin bekerja sama satu sama lain sehingga kami dapat menghindari konflik," ujar Marles. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































