INTERNASIONAL

Junta Militer Ultimatum Perwakilan PBB Angkat Kaki dari di Niger

Pemimpin junta Niger Jenderal Abdourahamane Tchiani
Pemimpin junta Niger Jenderal Abdourahamane Tchiani. (Foto: Dok. Guardian.ng)

Jakarta, IDM - Pemimpin junta Niger menuntut perwakilan misi diplomatik PBB untuk meninggalkan negaranya dalam kurun waktu 72 jam. Hal itu dilakukan atas dasar tuduhan bahwa Niger tidak diikutsertakan dalam pertemuan tahunan PBB di New York pada bulan lalu.

Perwira militer Niger menggulingkan Presiden Mohamed Bazoum pada bulan Juli sekaligus menangguhkan konstitusi dan membubarkan lembaga pemerintahan. Mereka pun mendeklarasikan Jenderal Abdourahamane Tiani sebagai kepala negara baru di negara Afrika Barat tersebut.

Baca Juga: Korut: Satelit Pengintai Sangat Diperlukan untuk Hadapi Militerisasi Luar Angkasa AS

Dilansir dari Reuters, Kamis (12/10), Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Niger menuduh PBB menggunakan "manuver licik" yang dihasut oleh Prancis untuk mencegah partisipasi penuh Niger dalam pertemuan Majelis Umum PBB.

"Sebagai konsekuensinya, kami memerintahkan koordinator residen PBB Louise Aubin untuk pergi dari Niger," kata Kemlu Niger.

Juru bicara PBB, Stephane Dujarric menanggapi permintaan Niger dengan menegaskan bahwa pihaknya “berkomitmen untuk tetap tinggal dan memberikan bantuan bagi rakyat Niger.”

Baca Juga: Pasukan Prancis Mulai Meninggalkan Niger

“Keputusan tersebut menghambat kemampuan PBB untuk melaksanakan mandatnya secara efektif dan mengganggu pekerjaan penting yang kami lakukan untuk masyarakat Niger, di mana 4,3 juta orang membutuhkan bantuan kemanusiaan, sebagian besar perempuan dan anak-anak,” kata Dujarric.

Junta niger juga telah mengusir tentara dan duta besar Prancis dari negaranya. Langkah itu pun didukung oleh ratusan masa, yang baru-baru ini melakukan demonstrasi di depan Kedubes Prancis di ibu kota Niamey. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.