INTERNASIONAL

Jumlah Personel Militer Korsel Menyusut 20% Dalam Enam Tahun

Korsel
Upacara peringatan Hari Ulang Tahun Angkatan Bersenjata Korsel ke-74 pada tahun 2022. (Foto: Dok. Mnd.go.kr)

Jakarta, IDM – Jumlah personel militer Korea Selatan (Korsel) mengalami penyusutan hingga 20% selama enam tahun terakhir, sehingga jumlah prajurit hanya berkisar 450.000 orang.

Melansir The Guardian, Selasa (12/8), Kementerian Pertahanan (Kemhan) Korsel mengatakan bahwa penurunan ini sebagian besar dipicu oleh merosotnya jumlah penduduk pria usia dinas wajib.

Permasalahan itu dipicu karena Korsel merupakan salah satu negara dengan tingkat kelahiran terendah di dunia. Dampaknya Korsel kekurangan jumlah perwira dan dapat mengakibatkan kesulitan operasional jika masalah itu terus berlanjut.

Baca Juga: Jaga Kesiapsiagaan Prajurit, Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL Gelar Primary Evaluation Meeting

Jumlah personel militer Korsel menurun sejak awal tahun 2000-an ketika jumlah tentaranya sekitar 690.000. Penurunan terus terjadi hingga terdapat sekitar 563.000 tentara dan perwira aktif pada tahun 2019.

Sementara, negara tetangganya diyakini tidak mengalami permasalahan tersebut. Korea Utara (Korut) diperkirakan memiliki sekitar 1,2 juta personel militer aktif pada tahun 2022.

Dalam periode antara 2019 dan 2025, populasi pria Korsel berusia 20 tahun menurun 30% menjadi 230.000. Ini merupakan rentang usia bagi pria untuk dinas militer, yang kini berdurasi 18 bulan.

Baca Juga: Korut Kecam Latihan Gabungan Korsel-AS

Masa dinas ini jauh lebih singkat dibanding tahun 1953, ketika pria berbadan sehat wajib bertugas selama 36 bulan setelah Perang Korea berakhir dengan gencatan senjata. Kemhan Korsel menilai masa dinas berkurang berkat peningkatan dan efektivitas teknologi militer serta aliansi dengan Amerika Serikat (AS).

Adapun, anggaran pertahanan Korsel mencapai lebih dari 61 triliun won (sekitar $43,9 miliar) pada tahun 2025, lebih besar daripada perkiraan ukuran ekonomi Korut. Namun, Korsel masih kekurangan 50.000 tentara dari jumlah yang memadai untuk menjaga kesiapan pertahanan. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.