INTERNASIONAL

Jepang akan Rombak Kebijakan Pertahanannya untuk Atasi Ancaman Keamanan

Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida
Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida (Dok. Twitter/Fumio Kishida)

Jakarta, IDM - Pemerintah Jepang akan melakukan perombakan terhadap kebijakan pertahanannya yang telah berlaku selama puluhan tahun, termasuk mengubah komando militer dan menaikkan anggaran belanja pertahanan untuk memperoleh rudal baru mengatasi ancaman keamanan yang meningkat.

Dilansir dari AFP, Rabu (14/12), hasil perombakan kebijakan yang dimuat dalam dokumen pertahanan dan keamanan negara akan diumumkan paling cepat pada Jumat (16/12). Perubahan itu disebabkan oleh kekhawatiran Jepang atas berkembangnya dinamika kekuatan militer global maupun regional seperti invasi Rusia ke Ukraina, peluncuran rudal Korea Utara, hingga meningkatnya postur Cina di Indo-Pasifik.

“Memperkuat kemampuan pertahanan kita merupakan tantangan paling mendesak di tengah lingkungan keamanan yang parah ini,” ujar Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida.

Perubahan utama dalam kebijakan baru Jepang yaitu meningkatkan anggaran belanja hingga dua persen dari produk domestik bruto (PDB) pada tahun 2027. Hal ini akan menjadikan Jepang memiliki anggaran yang sama dengan negara-negara anggota aliansi NATO.

“Jepang akan segera meningkatkan kemampuan pertahanan dalam lima tahun ke depan,” ujar Kishida.

Peningkatan anggaran ini disebut untuk mendanai proyek-proyek membangun kapasitas serangan balik, yaitu kemampuan untuk melacak dengan satelit dan menembak lokasi peluncuran pada target yang mengancam negara.

Baca: AS akan Kirim Rudal Patriot ke Ukraina

Sebelumnya, terdapat perselihan di pemerintahan Jepang perihal rencana perubahan kebijakan pertahanan ini. Meskipun begitu, perubahan ini disebut sebagai kebijakan keamanan yang berorientasi pada pertahanan diri. Bentuk manifestasi dari perubahan ini adalah rencana mengembangkan jet tempur dengan AS, Italia dan Inggris. Selain itu, Jepang juga telah memulai misi meningkatkan kemampuan rudal jarak jauh oleh industri pertahanan dalam negeri. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.