Jenderal TNI Andika Perkasa Jalani Fit and Proper Test

Jakarta, IDM – Calon Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa tiba di Gedung DPR RI, Sabtu, (06/11). Kedatangan Andika ini merupakan rangkaian uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test (FPT) calon Panglima TNI yang sudah dimulai pada Jumat (5/11). Sedangkan, rapat dengar pendapat umum (RDPU) dalam rangka fit and proper test digelar hari ini.
Dalam fit and proper test, Andika akan memaparkan visi dan misi sebagai Panglima TNI. Setelah itu, akan dilakukan pendalaman atau tanya jawab oleh masing-masing fraksi dengan waktu selama 7 menit.
Kepala Staf Angkatan Darat ini diberikan waktu 20 menit untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan. Kemudian, masing-masing anggota Komisi I DPR diberikan waktu 3 menit untuk melakukan tanya jawab yang untuk selanjutnya akan ditanggapi oleh Andika dalam waktu 20 menit.
Setelah rapat dengan Andika ditutup, Komisi I DPR akan menggelar rapat internal pada Sabtu siang untuk memberikan persetujuan atas hasil fit and proper test. (nhn)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































