Jenderal Rusia Dipecat Usai Beberkan Kebenaran Pahit di Medan Tempur

Jakarta, IDM - Seorang jenderal Rusia mengatakan dia telah dipecat sebagai komandan usai memberi tahu petinggi militer Moskow "kebenaran" tentang situasi mengerikan di garis depan Ukraina. Pemecatan itu menambah ketegangan internal Rusia usai pemberontakan kelompok tentara bayaran Wagner pada bulan lalu.
Dilansir dari BBC, Jumat (14/7), Mayor Jenderal Ivan Popov, komandan pasukan Gabungan ke-58 yang bertempur di wilayah selatan Zaporizhzhia, mengatakan bahwa ia telah dipecat setelah mengemukakan masalah di medan perang, termasuk kurangnya artileri untuk serangan balasan.
Baca Juga: NATO: Ukraina Belum Memenuhi Syarat untuk Menjadi Anggota
Popov juga menjelaskan kebenaran tentang banyaknya tentara Rusia yang gugur akibat serangan Ukraina dan kurangnya intelijen militer untuk membantu pasukan membentuk taktik tempur.
"Penting untuk tetap diam atau mengatakan apa adanya. Aku tidak punya hak untuk berbohong atas nama rekan seperjuanganku yang gugur, jadi aku menguraikan semua masalah yang ada," kata Popov.
Lebih lanjut, Popov mengungkapkan pemecatan dirinya merupakan sebuah bentuk pengkhianatan. Menurutnya, seorang komandan senior telah mengarang perintah dari Menteri Pertahanan Sergei Shoigu untuk menyingkirkannya.
Baca Juga: Warga Adelaide Terkaget-kaget Lihat Militer Parade di Tengah Kota
"Para pemimpin senior tampaknya merasakan semacam bahaya dari saya dan dengan cepat mengarang perintah dari menteri pertahanan dan menyingkirkan saya," ujar Popov.
Popov pun mengaku kecewa atas pemecatan dirinya. Sebab, semua hal ia ungkapkan semata-mata untuk membantu Rusia mengatasi kerugian yang dialami. Sementara, pihak Kementerian Pertahanan Rusia belum mengomentari perihal isu tersebut.
"Tentara Ukraina tidak dapat menembus barisan kami di depan tetapi kepala senior kami memukul dari belakang pada saat yang paling sulit dan intens," katanya. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































