Jelang Bertemu Presiden Cina, Putin Tekankan Komitmen Hubungan Bilateral

Jakarta, IDM – Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan bahwa hubungan bilateral negaranya dan Cina telah mencapai "tingkat yang belum pernah terjadi", yang berdasarkan atas kepercayaan dan komitmen saling mendukung.
Hal itu ia ungkapkan dalam pernyataan tertulis sebelum bertemu dengan Presiden Cina Xi Jinping di Beijing, melansir laman kepresidenan Rusia Kremlin.ru, Selasa (19/5).
"Saat ini, hubungan Rusia-Cina telah mencapai tingkat yang benar-benar belum pernah terjadi sebelumnya. Sifat istimewa hubungan ini tercermin dalam suasana saling pengertian dan kepercayaan, komitmen untuk mengejar kerja sama yang saling menguntungkan dan adil, melakukan dialog yang saling menghormati, dan saling mendukung dalam hal-hal yang menyangkut kepentingan inti kedua negara, termasuk perlindungan kedaulatan dan persatuan negara," kata Putin.
Baca Juga: Menyusul Trump, Putin akan Bertemu Xi Jinping
Lebih lanjut, pertemuan dengan Xi juga bertepatan dengan peringatan perjanjian persahabatan kedua negara pada 2001. Selama puluhan tahun, Rusia-Cina telah menjalin kerja sama dan berkomitmen untuk terus memperluasnya.
"Dengan penuh percaya diri menatap masa depan, Rusia dan Cina secara aktif memperluas kontak mereka di bidang politik, ekonomi, dan pertahanan, sambil memperluas pertukaran kemanusiaan dan mendorong interaksi antarindividu," ujarnya.
"Bersama-sama kita melakukan segala sesuatu yang dapat lebih memperdalam kerja sama bilateral dan memajukan pembangunan komprehensif negara kita. Penting agar isu-isu ini menjadi agenda pembicaraan mendatang di Beijing," jelasnya.
Baca Juga: Iran Bentuk Badan Baru untuk Kelola Selat Hormuz
Adapun, Putin dijadwalkan tiba di Beijing pada malam hari ini waktu setempat. Lalu, ia akan bertemu Xi besok. Keduanya terakhir kali bertemu di Beijing pada September tahun lalu.
Selain itu, Putin menyoroti perdagangan antara kedua negara yang terus meningkat dan telah melampaui 200 miliar dolar AS. Keduanya juga menjajaki kebijakan bebas visa untuk mendorong pariwisata. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































