Jadi Sekutu Utama AS, Saudi Tandatangani Perjanjian Pertahanan Strategis

Jakarta, IDM – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menetapkan Arab Saudi sebagai sekutu utama non-NATO dan keduanya menandatangani Perjanjian Pertahanan Strategis (Strategic Defense Agreement/SDA).
Penandatanganan SDA itu dilakukan saat Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Arab Saudi Mohammed bin Salman berkunjung ke Washington pada beberapa waktu lalu. SDA disebut sebagai perjanjian bersejarah yang memperkuat kerja sama pertahanan bilateral selama lebih dari 80 tahun dan memperkuat deterens di Timur Tengah.
Baca Juga: 7 Bulan Tugas, Satgas Yonmek TNI XXIII-S/UNIFIL Terima Medali Duta Budaya
Melalui kesepakatan itu, Trump menyetujui penjualan Pesawat Tempur F-35, tanpa mengungkapkan berapa jumlah unitnya. Pesawat tempur generasi kelima produksi Lockheed Martin itu telah lama diincar oleh Arab Saudi.
"Presiden [pun] mencapai kesepakatan dengan Arab Saudi untuk membeli hampir 300 tank AS, yang memungkinkan Arab Saudi membangun kemampuan pertahanannya sendiri," tulis Kepresidenan AS melansir laman The White House, Rabu (19/11).
Baca Juga: DK PBB Sahkan Resolusi Terkait Gaza, Ini Isinya
Sementara, Salman mengumumkan bahwa ia akan menambah investasi dari sekitar $600 miliar menjadi $1 triliun di berbagai industri AS, termasuk teknologi, kecerdasan buatan hingga logam tanah jarang. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































