Italia akan Kerahkan 7,5 Miliar Euro untuk Beli Pesawat Eurofighter

Jakarta, IDM – Italia berencana untuk menggelontorkan dana sekitar 7,5 miliar euro ($8,1 miliar) untuk membeli 24 Pesawat Eurofighter baru dalam kurun waktu 10 tahun ke depan.
Dilansir dari Reuters, Jumat (19/7), pengadaan ini akan memperbarui armada Angkatan Udara Italia di tengah meningkatnya belanja pertahanan para anggota NATO yang disebabkan oleh ketidakpastian geopolitik.
Baca Juga: Tindakan Balasan, Korut Kembali Kirim Balon Pembawa Sampah
“Program ini… akan memiliki jangka waktu pengembangan multi-tahun sekitar 2024-2034… dengan jumlah total 7.477,3 juta euro,” kata Kementrian Pertahanan Italia.
Pesawat Eurofighter Typhoon supersonik bermesin ganda dibuat oleh konsorsium Jerman, Inggris, Italia dan Spanyol, melalui Airbus, BAE Systems, dan Leonardo. Mengingat pesanan akan dilakukan oleh angkatan udara Italia, Leonardo akan ditugaskan sebagai kontraktor utama.
Baca Juga: Wujudkan Keamanan Bersama, Presiden Korut Pererat Kerja Sama Militer dengan Rusia
Pesawat tersebut akan menggantikan 26 pesawat yang rencananya akan diganti oleh Italia mulai tahun 2028. Kontrak itu juga akan memberikan dukungan teknis untuk pesawat dan pelatihan staf. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































