Israel Tolak Usulan Gencatan Senjata Lebanon

Jakarta, IDM – Menteri Luar Negeri (Menlu) Israel Katz menolak usulan gencatan senjata dengan Hizbullah dan menegaskan pihaknya akan terus melakukan serangan terhadap kelompok tersebut.
"Tidak akan ada gencatan senjata di wilayah utara. Kami akan terus berjuang melawan organisasi teroris Hizbullah dengan seluruh kekuatan kami hingga kemenangan dan warga di wilayah utara dapat kembali ke rumah mereka dengan selamat," kata Katz melalui platform X resminya, Kamis (26/9).
Pernyataan itu ia ungkapkan setelah Perdana Menteri Lebanon Najib Mikati menyatakan harapannya bahwa gencatan senjata dapat segera tercapai, untuk mengakhiri konflik yang menewaskan puluhan orang di Lebanon.
Baca Juga: PM Lebanon Optimis Gencatan Senjata Israel-Hizbullah Dapat Segera Terwujud
Rencana gencatan senjata selama 21 hari itu diusulkan oleh Amerika Serikat (AS), Prancis, dan sekutu lainnya berdasarkan diskusi intensif Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada beberapa waktu lalu.
Berdasarkan laporan Reuters, gencatan senjata akan ditetapkan di "Garis Biru" Israel-Lebanon, sebuah garis demarkasi antara kedua negara. Durasi selama 21 hari diharapkan akan memberi ruang bagi kedua belah pihak untuk berunding menuju penyelesaian konflik secara diplomatik. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































