Israel Tolak Pasukan Turki untuk Amankan Gaza

Jakarta, IDM – Menteri Luar Negeri (Menlu) Israel Gideon Saar mengatakan bahwa negaranya tidak akan menerima kehadiran Pasukan Stabilisasi Internasional (International Stabilization Force/ISF) dari Turki di Gaza.
Berdasarkan rencana damai Gaza yang diajukan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, ISF akan dikerahkan untuk melatih polisi Palestina yang terverifikasi sekaligus mengamankan Gaza dalam jangka panjang.
Baca Juga: Turki Beli 20 Pesawat Tempur Eurofighter Typhoon Inggris
Trump juga dilaporkan telah berbicara dengan para pemimpin dunia termasuk Turki, Indonesia, Uni Emirat Arab, Mesir, Qatar dan Azerbaijan untuk berkontribusi pada misi tersebut. Namun, hingga kini belum pasti negara mana yang akan mengirim pasukannya.
"Negara-negara yang menginginkan atau siap mengirimkan pasukan bersenjata setidaknya harus bersikap adil terhadap Israel. Turki, yang dipimpin oleh Erdogan, memimpin pendekatan yang bermusuhan terhadap Israel," kata Saar dalam konferensi pers usai bertemu Menlu Peter Szijjarto di Budapest, melansir Reuters, Selasa (28/10).
Baca Juga: Usai Insiden Jatuhnya Pesawat Tempur AS, Cina Peringatkan Akar Masalah Keamanan di Laut Cina Selatan
"Jadi, tidak masuk akal bagi kami untuk membiarkan pasukan bersenjata mereka memasuki Jalur Gaza, dan kami tidak akan menyetujuinya, dan kami telah menyampaikannya kepada teman-teman Amerika kami," pungkasnya.
Sebelumnya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pihaknya yang akan memutuskan asal negara ISF yang akan masuk ke Gaza. Sementara, Menlu AS Marco Rubio juga pernah menyatakan bahwa ISF harus terdiri dari "negara-negara yang membuat Israel nyaman". (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































