Israel Tewaskan Komandan Hamas, Tuduh Langgar Gencatan Senjata

Jakarta, IDM – Pasukan Bersenjata Israel (IDF) menghabisi komandan senior Hamas di Gaza Raed Saad, usai menuduh kelompok militan itu telah melanggar kesepakatan gencatan senjata dan melukai beberapa pasukan pada beberapa waktu lalu.
"Sebagai tanggapan atas ledakan alat peledak Hamas yang melukai pasukan kita hari ini di Area Kuning Jalur Gaza, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Katz memerintahkan agar teroris senior Hamas, Raed Saad, dilenyapkan," tulis Kantor Perdana Menteri Israel melalui platform X, Senin (15/12).
Baca Juga: Kekurangan Nakes di Wilayah Misi, Satgas Yonmek UNIFIL Gelar Pelayanan Medis Gratis
Israel menyebut Saad sebagai salah satu dalang serangan Hamas di Tel Aviv pada Oktober 2023 sekaligus kepala satuan manufaktur senjata Hamas. Klaim itu pun dikonfirmasi oleh kepala Hamas Gaza Khalil al-Hayya, yang juga menyebut Israel telah melanggar gencatan senjata. Ia menyerukan agar para mediator bertindak tegas dalam menjamin berjalannya kesepakatan.
“Menyusul pelanggaran berkelanjutan Israel, termasuk pembunuhan terbaru terhadap seorang komandan Hamas kemarin, kami menyerukan kepada para mediator dan terutama pemerintahan AS dan Presiden AS Donald Trump sebagai penjamin utama perjanjian tersebut, untuk memaksa pendudukan [Israel] untuk menghormati kesepakatan gencatan senjata dan melaksanakannya,” katanya melansir Al Jazeera.
Sejak gencatan senjata dimulai pada 10 Oktober, Israel dilaporkan terus menyerang Gaza setiap hari dan menewaskan sekitar 386 orang. Israel juga menolak untuk mengizinkan arus bebas bantuan kemanusiaan ke Gaza.
Menanggapi tindakan Israel, Majelis Umum PBB pada pekan lalu mendukung resolusi yang menuntut Israel untuk membuka akses kemanusiaan tanpa batas ke Jalur Gaza, menghentikan serangan terhadap fasilitas PBB, dan mematuhi hukum internasional.
Baca Juga: Thailand-Kamboja Terus Berkonflik, Ini Respons Ketua ASEAN
“Prioritas kami adalah melanjutkan langkah-langkah untuk mengakhiri perang dan terutama untuk menyelesaikan fase pertama [gencatan senjata], yang mencakup mengizinkan bantuan dan peralatan yang dibutuhkan guna merehabilitasi rumah sakit dan pusat medis serta infrastruktur,” ujar al-Hayya.
Serangan ini dilakukan di tengah upaya Hamas dan Israel melanjutkan tahapan kesepakatan menuju diakhirinya konflik, penarikan Pasukan IDF, demiliterisasi dan rekonstruksi Gaza. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































