Israel Kembali Terima Tawanan Tewas dari Hamas

Jakarta, IDM – Pasukan Bersenjata Israel (IDF) mengatakan bahwa pihaknya telah menerima tawanan yang tewas dari Hamas melalui Palang Merah Internasional (ICRC) pada beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Usai Insiden Jatuhnya Pesawat Tempur AS, Cina Peringatkan Akar Masalah Keamanan di Laut Cina Selatan
"Peti jenazah sandera, dikawal oleh pasukan IDF, melintasi perbatasan ke Negara Israel beberapa waktu lalu dan dikirim ke Institut Nasional untuk Kedokteran Forensik, tempat prosedur identifikasi akan dilakukan," tulis IDF melalui platform X, pada Selasa (28/10).
Jika identitas jasad tawanan itu telah dikonfirmasi, maka terdapat 12 jasad tawanan lainnya yang masih berada di Gaza. Hamas menyatakan bahwa proses pengembalian seluruh tawanan akan membutuhkan waktu karena kendala pencarian di reruntuhan akibat konflik.
Baca Juga: Israel Tolak Pasukan Turki untuk Amankan Gaza
Israel pada Minggu (26/10), mengizinkan masuknya tim dari Mesir untuk bekerja sama dengan ICRC dalam menemukan jasad tersebut. Tim itu akan menggunakan ekskavator dan truk. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































