Israel-Hamas Gencatan Senjata, Bantuan Kemanusiaan Mulai Masuk ke Gaza

Jakarta, IDM – Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan atau UN OCHA melaporkan bahwa bantuan kemanusiaan mulai masuk ke Jalur Gaza secara signifikan di tengah gencatan senjata Israel-Hamas, yang berlaku sejak Jumat (10/10) lalu.
"Peningkatan skala kemanusiaan kami di Gaza berjalan dengan baik dan hari ini telah menunjukkan kemajuan nyata. Untuk pertama kalinya sejak Maret, gas untuk memasak memasuki Jalur Gaza. Lebih banyak tenda untuk keluarga pengungsi, daging beku, buah segar, tepung, dan obat-obatan juga disalurkan ke Gaza sepanjang hari," tulis UN OCHA melansir keterangan tertulis, dikutip pada Senin (13/10).
Baca Juga: Presiden Prabowo Bakal Hadiri KTT Perdamaian Sharm El-Sheikh
Lebih lanjut, badan itu juga mengungkapkan pihaknya bekerja sama dengan mitra lainnya untuk mendistribusikan ratusan ribu makanan hangat dan roti, baik di bagian selatan maupun di utara.
Dengan dilonggarkannya akses, UN OCHA juga dapat mengirim pasokan medis ke tempat yang paling membutuhkan, mendeteksi potensi ranjau di jalan-jalan hingga membantu para pengungsi.
"Kami juga mendapatkan persetujuan Israel untuk melanjutkan bantuan lebih lanjut, sehingga jumlah bantuan yang telah disetujui mencapai 190.000 metrik ton. Ini termasuk makanan, perlengkapan tempat tinggal, obat-obatan, dan persediaan lainnya," katanya.
Baca Juga: Gencatan Senjata Berlangsung Mulus, Hamas-Israel Bertukar Tawanan
"Ini baru permulaan. Sebagai bagian dari rencana kami untuk 60 hari pertama gencatan senjata, PBB dan mitra kami akan memperluas skala dan cakupan operasi kami untuk memberikan bantuan dan layanan yang menyelamatkan jiwa kepada hampir semua orang di seluruh Gaza," pungkasnya.
Presiden AS Donald Trump mengumumkan pada Kamis (9/10) lalu bahwa Israel dan Hamas telah menyetujui tahap pertama dari proposal damai yang ia ajukan. Sementara, tahap kedua berupa perundingan pembentukan badan pemerintahan baru di Gaza, pengerahan pasukan stabilitas multinasional, dan pelucutan senjata Hamas. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































