Isi Kesepakatan Menhan Sjafrie-Menteri Hegseth di Pentagon, Modernisasi hingga Pencarian Jenazah Personel AS PD II

Jakarta, IDM – Amerika Serikat dan Indonesia menyepakati sejumlah kerja sama pertahanan baru setelah Menteri Perang AS Pete Hegseth menerima kunjungan kehormatan Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin beserta jajaran di Pentagon, Washington D.C., AS, Senin (13/4) waktu setempat.
Pertemuan tersebut merupakan line of departure dalam penguatan program international military education and training (IMET), melalui pengembangan capacity building dan human invest dalam bidang pendidikan dan latihan, termasuk untuk pasukan khusus.
Dalam pernyataan bersama atau joint statement, kerja sama pertahanan itu termaktub dalam Major Defense Cooperation Partnership (MDCP). Adapun draf akses udara atau overflight clearance pesawat militer AS, berdasarkan pernyataan Kementerian Pertahanan RI, di luar kesepakatan MDCP.
MDCP memiliki tiga pilar utama yang dilandaskan pada prinsip saling menghormati dan kedaulatan nasional. Pertama, modernisasi militer dan pembangunan kapasitas. Kedua, pelatihan dan pendidikan militer profesional. Ketiga, latihan dan kerja sama operasional.
“Pembahasan ini sejalan dengan semangat penguatan hubungan pertahanan Indonesia–Amerika Serikat yang diarahkan untuk mendukung perdamaian, stabilitas kawasan, peningkatan profesionalisme kedua angkatan bersenjata dengan tetap menghormati kedaulatan dan kepentingan nasional masing-masing negara,” kata Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan RI Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait dalam keterangan pers, Selasa (14/4).
Rico melanjutkan, bagi Indonesia, kerja sama ini dipandang sebagai peluang untuk memperkuat kapasitas pertahanan nasional.
“Namun tetap dijalankan dalam koridor politik luar negeri bebas aktif, kepentingan nasional, dan penghormatan penuh terhadap kedaulatan negara,” ucap Rico.
Baca Juga: Inggris Tolak Dukung Blokade AS atas Kapal Iran
Sjafrie dan Hegseth juga berkomitmen untuk memperluas cakupan dan kompleksitas latihan bilateral maupun multilateral, seperti Super Garuda Shield (SGS) guna memperkuat kapabilitas kolektif dan menjaga perdamaian.

"Kedua pemimpin menegaskan kembali hubungan pertahanan yang penting dan terus berkembang, serta membahas berbagai tujuan bersama, termasuk peningkatan pelatihan pasukan khusus dan pendidikan militer profesional," tutur juru bicara Pentagon, Sean Parnell menambahkan.
Pencarian jenazah personel AS
Sebelum pertemuan bilateral kedua menteri, dilaksanakan penandatanganan dokumen kerja sama defense POW/MIA accounting agency (DPAA) antara Direktur Jenderal Strategi Pertahanan Kemhan RI Mayor Jenderal TNI Agus Widodo dengan Direktur DPAA Kelly K McKeague sebagai counterpart dari pihak AS.
Pada prinsipnya, DPAA merupakan bentuk kerja sama kemanusiaan dan historis untuk penelitian, pencarian, pemulihan, identifikasi, dan repatriasi sisa-sisa kerangka jenazah personel militer AS dari Perang Dunia (PD) II yang berada di wilayah Indonesia.
Baca Juga: 21 Jam Berunding, AS-Iran Gagal Capai Kesepakatan
“Ini merupakan komitmen dan penghormatan terhadap rasa kemanusiaan dan tanggung jawab moral untuk mengembalikan kepada keluarganya di AS,” kata Rico.
Pada praktiknya, kerja sama tersebut dilaksanakan hanya atas persetujuan tertulis Pemerintah RI melalui Kemhan RI. Kerja sama sepenuhnya sesuai dengan hukum dan peraturan perundang-undangan Indonesia.
“Selain itu, kegiatan DPAA juga diharapkan memperhatikan kepentingan masyarakat lokal, perlindungan lingkungan, nilai sejarah, serta memberikan manfaat sosial, akademik, dan ekonomi di daerah lokasi kegiatan,” ujar Rico. (nma)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































