INTERNASIONAL

Iran Sebut Unjuk Rasa Berujung Kekerasan Didalangi Pihak Asing

Dubes Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi di Jakarta
Dubes Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi di Jakarta (IDM/Bunga Permata)

Jakarta, IDM – Kedutaan Besar Iran di Indonesia menyatakan bahwa aksi unjuk rasa di Tehran ditunggangi oleh aktor eksternal sebagai upaya menghancurkan stabilitas Iran.

Dalam konferensi pers di Jakarta, pada Kamis (22/1), Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi menjelaskan, unjuk rasa awalnya berlangsung damai. Masyarakat berdemo karena rasa ketidakpuasan ekonomi khususnya di kalangan pelaku pasar.

Menanggapi hal itu, pemerintah Iran langsung berinteraksi dengan perwakilan asosiasi profesi dan pelaku ekonomi guna menanggapi kekhawatiran mereka. Setelah dialog secara terbuka, sejumlah tuntutan ekonomi secara resmi dimasukkan ke dalam agenda kebijakan.

Baca Juga: AS akan Kurangi Partisipasi Militer di NATO

Walaupun dialog telah dilakukan, upaya unjuk rasa terus berlangsung selama berhari-hari hingga berujung pada eskalasi bersenjata oleh pihak eksternal di tengah-tengah kerumuman demonstran. Hal ini didasarkan atas berbagai bukti yang ditemukan, termasuk hasil penyadapan komunikasi yang mengonfirmasi bahwa
operasi-operasi tersebut diarahkan dari luar negeri.

"Komunikasi yang disadap menunjukkan bahwa para teroris menerima instruksi eksplisit dari penghubung asing, termasuk perintah untuk menembaki kerumunan secara acak dan menargetkan warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak, jika tidak memungkinkan menyerang aparat keamanan, semata-mata untuk meningkatkan jumlah korban," katanya, seraya menambahkan bahwa pihak asing itu merupakan agen Mossad Israel yang fasih berbahasa Persia.

Baca Juga: Indonesia dan 7 Negara Arab akan Gabung Dewan Perdamaian Gaza

Lebih lanjut, otoritas keamanan Iran berhasil menyita lebih dari 1.300 pucuk senjata dari kelompok asing tersebut. Pembantaian oleh pihak asing selama unjuk rasa itu dilakukan dengan keji termasuk memenggal kepala personel keamanan dan membakar korban. Tujuannya untuk menciptakan ketakutan massal.

Hingga kini, Pemerintah Iran terus berupaya mengembalikan situasi dan menjamin keamanan warga sipil, termasuk warga negara asing. Bentuk tegas yang dilakukan yakni menangkap sejumlah unsur kelompok bersenjata yang terlibat dalam kekerasan di Tehran.

"Meskipun kekerasan di lapangan telah dihentikan, dukungan eksternal terhadap upaya destabilisasi masih terus berlanjut," pungkasnya. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.