Iran Minta Serangan Israel ke Lebanon Dihentikan

Jakarta, IDM – Iran meminta agar serangan militer Israel terhadap Lebanon dihentikan. Permintaan itu disampaikan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi saat berkomunikasi dengan Menlu Irak Fuad Hussein, Menlu Mesir Badr Abdelatty, dan Menlu Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan.
Dilansir dari kantor berita IRNA, Araghchi dan ketiga menlu tersebut menekankan perlunya mempertahankan upaya diplomatik untuk mencapai stabilitas dan keamanan kawasan.
Baca Juga: Jerman Akui Kepemimpinan Indonesia dalam Mendorong Keamanan dan Stabilitas ASEAN
Diketahui, pada Minggu (14/6), Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan bahwa perjanjian damai dengan Iran telah selesai.
Kesepakatan itu termasuk menghentikan perang di semua lini, termasuk Lebanon, pembukaan kembali Selat Hormuz, dan menghentikan blokade Angkatan Laut AS di Iran.
Namun, pada hari ini, Senin, militer Israel justru melepaskan tembakan artileri dan serangan udara ke Kfar Tebnit dan Upper Nabatieh, Lebanon Selatan, di tengah proses perundingan damai AS-Iran. Israel juga menyerangan Kota Beirut.
Baca Juga: Iran-AS akan Segera Teken Kesepakatan Damai di Swiss
Trump mengatakan bahwa serangan tersebut seharusnya tidak boleh terjadi di tengah upaya damai.
“Israel memiliki hak untuk membela diri dari ancaman, tetapi serangan yang ditanggapinya sangat kecil dan tidak berarti,” tulis Trump di Truth Social.
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































