Iran Klaim Tambah Dua Rudal Jelajah untuk Pertahanan Angkatan Laut

Jakarta, IDM - Iran mengklaim telah menambah jumlah rudal jelajah produksi dalam negeri yang memiliki jangkauan ratusan mil untuk memperkuat pertahanan Angkatan Laut.
Dilansir dari AP, Senin (25/12), Pemimpin Angkatan Laut Iran Laksamana Shahram mengatakan bahwa rudal jelajah itu diberi nama Talaeieh dengan jangkauan lebih dari 620 mil (sekitar 1.000 kilometer) dan mampu mengubah target setelah diluncurkan.
Baca Juga: Ukraina Klaim Tembak Jatuh Tiga Pesawat Tempur Su-34 Rusia
Kemudian, rudal jelajah lainnya bernama Nasi, memiliki jangkauan 62 mil (100 kilometer) dan dapat digunakan di kapal perang. Kedua rudal jelajah disebut merupakan wujud komitmen postur kekuatan dan deterens di tengah ancaman yang beragam.
"Dua rudal ini memiliki kemampuan yang sangat cerdas," kata Shahram.
Baca Juga: Mengenal Houthi Yaman, Militan yang Gencarkan Serangan di Laut Merah
Iran telah beberapa kali mengumumkan bahwa mereka sukses memproduksi maupun melakukan uji coba rudal untuk memperkuat armada pertahanan. Mereka mengklaim memiliki berbagai jenis rudal seperti rudal hipersonik Fattah dengan jangkauan hingga 1.400 kilometer. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































