Iran dan Oman Gelar Pertemuan Perdana Komite Selat Hormuz

Jakarta, IDM – Iran dan Oman menggelar pertemuan perdana 'Komite Bersama Hormuz' (Hormuz Joint Committee) di Muscat untuk membahas isu-isu terkini terkait jalur laut strategis tersebut dan pengelolaannya di masa depan.
Hal itu diungkapkan oleh Wakil Menteri Luar Negeri Iran Bidang Hukum dan Hubungan Internasional, Kazem Gharibabadi melalui platform X, Senin (29/6).
Baca Juga: Korsel-Jepang Perkuat Kerja Sama Pertahanan Termasuk Teknologi AI
"Selama kunjungan ke Muscat, pertemuan pertama Komite Gabungan Hormuz diadakan dengan Abdulaziz Al-Hanaei, Menteri Negara Urusan Luar Negeri Oman," ujarnya.
"Saat meninjau isu-isu terkini terkait selat tersebut, kami bertukar pandangan tentang pengelolaan selat di masa depan dalam kerangka Pasal 5 Nota Kesepahaman Islamabad dan hak kedaulatan negara-negara pesisir," jelasnya.
Baca Juga: Sepakat Tahan Serangan, AS-Iran akan Bertemu di Qatar
Adapun, Pasal 5 Nota Kesepahaman itu mengatur komitmen Iran untuk melakukan upaya maksimal guna memastikan perlintasan aman bagi kapal-kapal komersial tanpa biaya tambahan selama 60 hari dari Teluk Persia ke Laut Oman (dan sebaliknya), serta proses pembersihan ranjau.
Pasal itu turut menekankan bahwa Iran akan berdialog dengan Oman dalam menentukan pengelolaan masa depan dan layanan maritim di Selat Hormuz, sesuai dengan hukum internasional yang berlaku dan hak-hak kedaulatan negara-negara pantai Selat Hormuz, dan juga akan bertukar pandangan dengan negara-negara pantai Teluk Persia lainnya.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































