Iran Bersitegas akan Terus Balas Serangan Israel

Jakarta, IDM – Pemerintah Iran menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan serangan balasan sebagai bentuk membela diri jika Israel terus melakukan serangkaian agresi ke negaranya.
Konflik antara Iran dan Israel terus berkecamuk sejak 13 Juni, ketika Pemerintah Benjamin Netanyahu memerintahkan militernya untuk menyerang berbagai titik termasuk fasilitas nuklir di Iran. Serangan ini diklaim sebagai langkah pencegahan di tengah kekhawatiran Israel akan kekuatan nuklir Teheran.
Di tengah kecaman internasional, Iran menyatakan konflik dimulai oleh Israel dan Iran berhak membela diri. Dengan demikian, Iran tidak akan diam dan terus melakukan serangan balasan jika Israel memilih untuk tetap membombardir Teheran.
Baca Juga: Netanyahu: Konflik Israel-Iran Berhenti Jika Pemimpin Tertinggi Iran Terbunuh
"Aksi balasannya akan berhenti ketika, atau reaksi kami akan berhenti ketika aksi itu berhenti. Ketika mereka, agresor, menghentikan agresinya, kami pun akan berhenti untuk membela diri dan membalas," kata Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (17/5).
"Kami hanya melakukan pertahanan dan aksi beladiri terhadap apa yang dihadapi oleh negara kami. Rezim ini adalah rezim yang tidak mematuhi hak asasi manusia dan tidak disukai oleh pihak manapun di dunia, tidak hormat kepada peraturan internasional," sambungnya.
Menurutnya, Israel ibarat penyakit 'Kanker kronis' di Timur Tengah karena telah menciptakan konflik dengan menyerang berbagai wilayah termasuk Palestina dan Lebanon. Ia pun menyerukan agar masyarakat internasional menekan Israel.
Baca Juga: Iran Peringatkan Potensi Keluar dari Perjanjian Non-proliferasi Nuklir
"Rezim Iseael memulai perang terhadap negara kami dan ini adalah sebuah kanker. Saya sampaikan seperti kanker kronis yang terjadi di kawasan Timur Tengah dengan menyerang Lebanon, menyerang Iran, menyerang Palestina dan negara lainnya," imbuhnya.
Terkait status Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Iran, ia mengatakan bahwa komunikasi terus dilakukan antara pihak terkait termasuk Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Iran. Teheran berkomitmen untuk mendukung segala upaya perlindungan terhadap WNI.
"Tugas kami sebagai pemerintah Republik Islam Iran adalah menjamin dukungan dan perlindungan mereka oleh kami, dan apabila ada upaya atau rencana untuk evakuasi atau terdapat keinginan dari para WNI untuk meninggalkan negara kami, tentu kami siap untuk memberikan asistensi dan pelayanan agar memudahkan operasi evakuasi ini," pungkasnya. (bp)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































