Intel Rusia: Prancis Berencana Kirim 2.000 Tentara ke Ukraina

Jakarta, IDM – Badan Intelijen Luar Negeri Rusia (SVR) mengatakan Prancis akan mengirim 2.000 tentara secara diam-diam ke Ukraina.
Seorang agen dengan nama sandi Felix mengatakan bahwa keprihatinan tentata Prancis memicu langkah tersebut. Informasi ini bahkan pernah dimuat di majalah resmi SVR, 'Scout'.
“(Tentara Prancis) prihatin dengan meningkatnya jumlah tentara warga Prancis yang terbunuh di medan operasi militer Ukraina,” kata SVR, dikutip dari Russia Today, Minggu (14/7).
Baca Juga: Korut Kecam Deklarasi NATO Sebagai Pemicu Perang Dingin Baru
"Terutama setelah pasukan Rusia menghancurkan pusat penempatan sementara bagi orang asing di dekat Kharkov pada bulan Januari," sambung keterangan itu.
Adapun peristiwa yang terjadi di Kharkov telah menewaskan 'lusinan warga Prancis'. Selain itu, SVR juga mengatakan Kementerian Pertahanan Prancis mengakui belum pernah mendapati begitu banyak jumlah tentaranya yang tewas sejak perang di Aljazair pada pertengahan abad 20.
Menurut SVR, Prancis juga menutupi jumlah pasti tentaranya yang tewas. Mereka disebut khawatir mengungkap jumlah sebenarnya, karena berpotensi mengganggu mental para tentara dan memicu gelombang protes publik Prancis.
Baca Juga: Korsel Siapkan Senjata Laser untuk Jatuhkan Drone Korut, Dinamai ‘Star Wars’
Presiden Prancis, Emmanuel Macron sebelumnya berulang kali mengisyaratkan bahwa negaranya bisa mengirimkan para tentara untuk bertempur bersama Ukraina melawan pasukan Rusia.
Pernyataan Macron itu pun langsung mendapat reaksi keras dari Rusia dan tidak disetujui oleh sejumlah negara anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).
Macron kemudian menegaskan bahwa ia berusaha membentuk koalisi yang bersedia mengerahkan spesialis untuk melatih militer Ukraina di lapangan. Ia mengatakan sejumlah negara telah setuju dan akan bergabung dalam upaya tersebut. (un)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































