Ini Daftar 5 Anggota Tidak Tetap DK PBB yang Baru

Jakarta, IDM – Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah memilih lima anggota tidak tetap Dewan Keamanan untuk masa jabatan 2025-2026. Kelima negara itu adalah Denmark, Yunani, Pakistan, Panama, dan Somalia.
Dilansir dari laman resmi PBB, Sabtu (8/6), keanggotaan lima negara itu akan mulai berlaku pada 1 Januari 2025. Mereka akan menggantikan Ekuador, Jepang, Malta, Mozambik dan Swiss, yang masa jabatannya berakhir pada 31 Desember tahun ini.
Baca Juga: Dukung Filipina, Swedia Tegaskan Pentingnya Jaga Stabilitas Keamanan di Laut Cina Selatan
Dewan Keamanan adalah satu-satunya badan PBB yang dapat membuat keputusan yang mengikat secara hukum seperti menjatuhkan sanksi dan mengizinkan penggunaan kekuatan. Terdapat lima anggota tetap yang memegang hak veto yaitu Inggris, Cina, Prancis, Rusia, dan Amerika Serikat.
Kemudian, sebanyak 10 anggota sisanya dipilih untuk masa jabatan dua tahun, dan lima negara diganti setiap tahunnya. Untuk dapat terpilih, sebuah negara harus memperoleh setidaknya dua pertiga dari total suara.
Baca Juga: Terkait Perang dengan Ukraina, Putin Tak akan Kerahkan Nuklir
Secara keseluruhan, 190 negara anggota berpartisipasi dalam pemungutan suara terbaru. Hasilnya, Somalia memperoleh 179 suara, Pakistan 182, Panama 183, Yunani 182 dan Denmark 184 suara.
Berdasarkan Piagam PBB, Dewan Keamanan yang total terdapat 15 anggota, bertanggung jawab memelihara perdamaian dan keamanan internasional. Sementara, seluruh negara anggota berkewajiban untuk mematuhi keputusan yang ditetapkan. (bp)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































