INTERNASIONAL

Indonesia Siap Kirim hingga 8.000 Pasukan ISF, Perkuat Peran Global dalam Perlindungan Sipil

Menlu Sugion
Menlu Sugiono menyatakan Indonesia siap mengirimkan sekitar 8.000 personel penjaga perdamaian ke Gaza. (Foto: Dok. Setpres/BPMI)

Jakarta, IDM – Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk berperan aktif dalam menjaga stabilitas dan perdamaian dunia melalui partisipasi dalam misi International Stabilization Force (ISF).

Hal tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Sugiono kepada media di Washington, D.C., Amerika Serikat.

Sugiono menyatakan Indonesia siap mengirimkan hingga sekitar 8.000 personel penjaga perdamaian sebagai bagian dari kontribusi terhadap stabilisasi kawasan serta dukungan misi kemanusiaan internasional.

Baca Juga: 5 Negara Bersedia Kirim Prajurit untuk ISF, TNI Ditunjuk jadi Wakil Komandan

Pengerahan pasukan akan dilakukan secara bertahap mengikuti pembagian wilayah operasi yang disusun dalam rencana komprehensif Dewan Perdamaian atau Board of Peace.

“Indonesia berkomitmen mengirimkan pasukan, sekitar 8 ribu atau bahkan lebih, karena operasi ini akan dilakukan bertahap di beberapa sektor,” ujar Sugiono.

Menurutnya, total kekuatan gabungan ISF diproyeksikan mencapai sekitar 20.000 personel dari berbagai negara yang bertugas menjaga stabilitas dan menciptakan ruang bagi proses kemanusiaan.

Sugiono menegaskan keterlibatan Indonesia merupakan mandat internasional menjaga perdamaian, bukan langkah politik yang terkait hubungan diplomatik dengan pihak tertentu.

Baca Juga: Presiden Prabowo Tegaskan Two-State Solution dan Kesiapan Indonesia Dukung Misi Perdamaian Gaza

Pasukan yang dikirim berfokus pada perlindungan masyarakat sipil serta menjaga situasi keamanan di wilayah operasi.

Pemerintah Indonesia juga telah menyampaikan national caveats atau batasan nasional.

Di antaranya, personel Indonesia tidak akan terlibat dalam operasi tempur ofensif, pelucutan senjata, maupun proses demiliterisasi.

Tindakan militer hanya bersifat defensif untuk melindungi diri jika menghadapi ancaman langsung.

Baca Juga: Presiden Prabowo Tegaskan RI Sahabat Dekat AS di Tengah Politik Nonblok

“Yang kita lakukan adalah menjaga masyarakat sipil kedua belah pihak. Itu fokus utama kontribusi Indonesia,” tegas Sugiono.

Lebih lanjut, penunjukan Indonesia sebagai Deputy Commander Operasi ISF dinilai sebagai pengakuan terhadap rekam jejak prajurit Indonesia dalam misi penjaga perdamaian dunia.

Posisi tersebut juga diharapkan memperkuat perlindungan personel Indonesia di lapangan sekaligus memastikan kontribusi tetap sejalan dengan prinsip perdamaian, stabilitas, dan kemanusiaan. (Ykb)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.